Kadin Paparkan 3 Hal Supaya Ekonomi Bertahan di Tengah Konflik Timur Tengah
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) II dengan tema “Pengusaha Lokal sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Provinsi DKI Jakarta” yang berlangsung di Hotel Park Hyatt Jakarta, pekan lalu.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie pada event tersebut menyoroti terkait dunia usaha yang saat ini menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks mulai dari konflik geopolitik hingga tekanan ekonomi internasional.
“Kita melihat dunia saat ini penuh tantangan. Tahun lalu kita bicara perang dagang dan tarif dengan Amerika, sekarang kita melihat perang fisik terjadi di Timur Tengah, tentu dampak konflik ini akan sangat besar bagi kita semua,” ujarnya melalui siaran pers yang dikutip Rabu (18/03).
Ada tiga aspek penting yang di-highlight terkait konflik tersebut dan Anindya merangkumnya menjadi tiga aspek yaitu ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas nasional. Dalam aspek energi, potensi kenaikan harga minyak dunia dapat menekan APBN. Dengan defisit APBN yang dianggarkan Rp600 triliun, angkanya bisa naik 40-50 persen bila harga minyak tembus 100 dollar Amerika per barel.
“Kondisi ketahanan energi di Jakarta sendiri relatif aman khususnya pasokan gas dan bahan bakar minyak yang penting bagi aktivitas ekonomi. Selain itu pentingnya untuk menjaga ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas harga terutama menjelang Lebaran,” imbuhnya.
Baca juga: MBG, Koperasi Merah Putih, Hingga Tarif Amerika dalam Catatan Kadin Indonesia
Sementara itu aspek ketiga terkait stabilitas nasional khususnya stabilitas Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi Indonesia. Peran Jakarta dalam perekonomian nasional sangat besar dengan PDB mencapai 16,8 persen dari PDB nasional serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,21 persen yang merupakan di atas rata-rata nasional.
Untuk itu Anindya mendorong Kadin DKI Jakarta untuk terus meningkatkan pembinaan industri kecil menengah (IKM) dan UMKM terutama melalui program sertifikasi dan pelatihan vokasi guna meningkatkan produktivitas dan inovasi.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, penguatan pengusaha lokal memiliki dampak besar bagi perekonomian daerah karena ketika pengusaha lokal tumbuh dampaknya bukan hanya perkembangan bisnis tapi juga penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi daerah, serta peningkatan penerimaan pajak.
“Ketika pengusaha lokal tumbuh yang berkembang bukan hanya bisnisnya tetapi juga lapangan kerja, perputaran ekonomi, dan multiplier effect bagi masyarakat. Bila masyarakat lebih banyak berusaha dan belanja di Jakarta, setiap rupiah yang dibelanjakan akan kembali berputar di Jakarta,” katanya.