Bank BNI Tebar THR Dividen Untuk Investor
Bank BNI memasuki periode cum dividen sebelum libur Nyepi dan Lebaran 2026. Adapun cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 26 Maret 2026 yang sekaligus menjadi tanggal recording date atau penentuan pihak yang berhak menerima dividen. Jadwal ini menjadi penanda penting bagi investor yang ingin memastikan namanya tercatat sebagai penerima dividen tahun buku 2025.
Untuk itu para pemegang saham yang tercatat pada recording date akan mulai menerima pembayaran dividen. Momentum ini pun terasa seperti “THR” bagi para investor sehingga menambah semarak suasana menjelang periode libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Menurut Corporate Secretary Bank BNI Okki Rushartomo, keputusan pembagian dividen tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham sekaligus menjaga kesehatan fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.
“Keputusan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberi nilai tambah bagi para pemegang saham sekaligus memastikan kinerja perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (20/03).
Pembagian dividen tersebut sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar beberapa waktu lalu. Forum ini menjadi agenda tahunan penting bagi perusahaan untuk menetapkan berbagai keputusan strategis.
Baca juga: Perkuat Kinerja Bisnis, Bank BNI Bagikan Dividen Hingga Buyback Saham
Dalam rapat tersebut, Bank BNI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun atau setara 65 persen dari laba bersih konsolidasian yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun.
Dari total dividen tersebut, setiap pemegang saham akan menerima Rp349,41 per lembar saham yang mencerminkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan imbal hasil yang menarik bagi investor.
Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui penggunaan 35 persen dari laba bersih atau sekitar Rp7,01 triliun sebagai saldo laba ditahan. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga ruang ekspansi yang sehat.
Baca juga: Laba Bersih Bank BNI 2025 Capai Rp20 Triliun
Dana laba ditahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bisnis serta memperkuat kapasitas permodalan Bank BNI di tengah dinamika industri perbankan yang terus berkembang. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kinerja perusahaan tetap solid sekaligus membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.
“Ke depan Bank BNI akan terus memperkuat kinerja secara berkelanjutan sekaligus menjaga struktur permodalan yang solid agar mampu menciptakan nilai yang lebih optimal bagi para pemegang saham,” pungkas Okki.