Kredit Properti Tumbuh Kian Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi, KPR Makin Melempem
Penyaluran kredit properti melanjutkan akselerasi. Pada Januari 2026 tumbuh makin tinggi, mencapai 14,1 persen (yoy) menjadi Rp1.608,4 triliun, dibanding Desember 2025 sebesar 13,1 persen (yoy) dan 7,5 persen pada November 2025.
Laporan Bank Indonesia yang dirilis beru-baru ini, tidak merinci penyebab makin tingginya pertumbuhan kredit properti itu.
Tapi, sama seperti pada Desember 2025, penyumbang utama pertumbuhan kredit properti Januari 2026 adalah kredit konstruksi yang melesat 34,4 persen (yoy) menjadi Rp514,1 triliun, dibanding 28,2 persen (yoy) pada Desember 2025 dan 8,1 persen (yoy) pada November 2025.
Hal itu ditengarai dipicu oleh upaya developer mempercepat penyelesaian proyek tahun ini, sehingga penjualan propertinya bisa mendapatkan insentif PPN DTP sebelum tutup tahun.
Penyumbang pertumbuhan kredit properti lainnya adalah kredit real estate (pematangan lahan), yang tumbuh 10,1 persen (yoy) menjadi Rp254,9 triliun (Januari 2026) dibanding 8,6 persen pada Desember 2025 dan 8,2 persen pada November 2025, yang mengindikasikan developer sedang mempersiapkan pengembangan proyek baru.
Baca juga: Februari Penyaluran Kredit Menurun Lebih Dalam
Sementara penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) makin anjlok, hanya tumbuh 5,5 persen (yoy) pada Januari 2026 menjadi 839,3 triliun, dibanding 6,8 persen (yoy) pada Desember 2025 dan 6,9 persen (yoy).
Menurut BI, merosotnya penyaluran KPR karena bank menilai segmen kredit ini masih berisiko tinggi menyusul masih belum cukup kuatnya daya beli masyarakat.
Selain KPR, juga makin melorot penyaluran kredit kendaraan bermotor dari -4,8 persen (yoy) pada November 2025, menjadi -6,7 persen pada Desember 2025 dan -6,9 persen pada Januari 2026 senilai Rp133 triliun.
Baca juga: Desember 2025 Kredit Properti Tumbuh Tinggi, Disumbang Kredit Konstruksi
Kendati demikian, seperti kredit properti, secara keseluruhan kredit konsumsi pada Januari 2026 tumbuh 7,2 persen (yoy) menjadi Rp2.356,1 triliun, lebih tinggi dibanding Desember 2025 sebesar 6,4 persen (yoy), disumbang peningkatan kredit multiguna.
Sementara penyaluran kredit secara umum, pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen (yoy), meningkat dibanding 9,63 persen pada Desember 2025. Disumbang kenaikan penyaluran kredit korporasi dan perorangan. Sementara kredit lainnya makin menurun pertumbuhannya.