BRI Multiguna Karya Bisa Cair Dalam 1 Hari
Bank BRI terus memperkuat komitmen untuk mendukung kesejahteraan pekerja melalui akses pembiayaan yang mudah dan cepat. Jelang pertengahan tahun, banyak pekerja yang membutuhkan finansial tambahan mulai dari biaya pendidikan anak tahun ajaran baru, renovasi rumah, hingga kebutuhan lainnya.
Bank BRI menghadirkan produk finansial BRI Multiguna Karya untuk menjadi solusi pembiayaan yang cepat dan mudah khususnya bagi kalangan pekerja berpenghasilan tetap. Produk ini merupakan fasilitas kredit yang ditujukan bagi karyawan aktif dengan sistem pembayaran gaji melalui payroll Bank BRI.
Program ini memberikan solusi pembiayaan yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan dengan proses pengajuan yang praktis dan pencairan dana yang cepat. Menurut Director of Consumer Banking Bank BRI Aris Hartanto, sangat penting untuk terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan keuangan yang inklusif.
“Kami memahami bahwa kebutuhan finansial pekerja tidak selalu dapat diprediksi khususnya untuk berbagai kebutuhan yang mendesak. Kami menghadirkan BRI Multiguna Karya dengan proses yang cepat dan persyaratan yang sederhana agar nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan tepat waktu,” ujarnya dikutip dari siaran pers Selasa (9/6).
Baca juga: Hingga Mei Realisasi Penyaluran KUR Perumahan Baru Rp16,8 Triliun, Rp9,2 Triliun Disumbang BRI
Salah satu keunggulan BRI Multiguna Karya adalah proses pencairan yang cepat. Setelah dokumen dan persyaratan dinyatakan lengkap, dana kredit dapat dicairkan dalam waktu paling cepat satu hari kerja sehingga nasabah dapat segera memenuhi kebutuhan finansialnya.
Bank BRI terus berupaya memperluas akses pembiayaan yang dapat mendukung produktivitas pekerja Indonesia di berbagai sektor. BRI Multiguna Karya menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat, di antaranya tenor pinjaman fleksibel hingga 15 tahun, biaya kredit yang kompetitif, fasilitas tanpa agunan, serta proses pengajuan yang mudah dan cepat. Hingga April 2026, produk ini telah melayani 1,34 juta debitur dengan outstanding Rp215,4 triliun.