Toilet Sekolah Masih Memprihatinkan
Jakarta, Housing-Estate.com. Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia Naning Adiwoso, prihatin dengan kondisi sanitasi masyarakat Indonesia. Salah satunya terlihat dari kondisi toilet di sekolah-sekolah yang masih jorok. “Saya menjumpai sekolah yang letak toiletnya berjauhan dan kondisinya juga tidak layak,” katanya dalam acara Gerakan Toilet Higiensi Domestos (GTHD) yang diselenggarakan Unilever di Jakarta, Jumat (6/12). Bahkan, beberapa sekolah di Tangerang, Provinsi Banten, tidak memiliki toilet.
Selain itu jumlah toilet sering tidak sebanding dengan jumlah siswa, sehingga juga mempengaruhi kelayakannya. “Toilet sekolah harus disesuaikan dengan jumlah siswa. Untuk SD satu toilet untuk 50 anak, SMP satu toilet untuk 75 anak, SMA satu toilet untuk 100 anak,” ujar pendiri Green Building Council Indonesia (GBCI), lembaga nirlaba yang mengkampanyekan bangunan ramah lingkungan ini.
Ia berharap soal toilet itu ditangani bersama oleh pihak sekolah dengan guru, murid, orang tua murid, pemerintah, dan swasta. “Peduli toilet sekolah itu tugas kita bersama, karena sekolah adalah tempat kita mendidik generasi mendatang,” kata Naning. Idealnya toilet sekolah bersih, aman, nyaman, kering, dan higienis. “Toilet harus dibersihkan setelah dua kali pemakaian dan harus dijaga tetap kering. Toilet yang lembab atau basah akan mengundang berkembang biaknya kuman,” jelas arsitek senior itu.
