Sabtu, April 4, 2026
HomeApartmentSentul City Luncurkan Apartemen dan Kondotel

Sentul City Luncurkan Apartemen dan Kondotel

PT Sentul City Tbk pengembang  Sentul City (3.100) di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, meluncurkan apartemen Sentul Tower dan The Alana, sebuah kondominium hotel (kondotel) sekelas bintang empat pada 8 Maret 2014. Proyek yang menelan investasi sebesar Rp380 miliar ini dikembangkan di kawasan CBD (central business district) di atas lahan seluas 2 ha. Di sekitarnya sudah berdiri sejumlah fasilitas, antara lain  RS Pertamedika Sentul City, pusat belanja, Giant Ekstra, Pasar Bersih, dan kampus Universitas Trisakti.

Apartemen Sentul City
Apartemen Sentul City

Menurut Wakil Dirut PT Sentul City Tbk, Andrian Budi Utama, sekarang waktu paling  tepat untuk meluncurkan (launching) apartemen dan kondotel  mengingat harga rumah tapak (landed house) di Sentul City sudah tinggi mencapai Rp800 juta – Rp Rp20 miliar dan harga tanahnya Rp5 juta -10 juta/m2. Rumah paling mahal di Habiture Residence yang dikembangkan bersama investor asing. “Makanya kami sediakan hunian dalam bentuk apartemen yang lebih terjangkau,” katanya.

Pengembangan apartemen dan kondotel  salah satunya untuk mendukung beroperasinya RS Pertamedika. Para tenaga medis dan dokter  membutuhkan  hunian simpel dan dekat rumah sakit. Sementara kondotel menjadi fasilitas akomodasi bagi keluarga pasien. “Kebutuhan tempat menginap di Sentul City  cukup besar terbukti okupansi hotel di sini cukup tinggi, apalagi Sentul City sudah menjadi tujuan wisata,” lanjutnya.

Apartemen Sentul Tower terdiri  dua tower sebanyak 1.400 unit hunian. Ada tiga tipe,  studio (20,2 m2), 1BR (bedromm) seluas 30,2 m2, dan 2BR (60,4 m2) seharga Rp200 juta-Rp600 jutaan.  Sementara kondotel The Alana mencakup 271 unit kamar berukuran 32,6 – 37 m2 seharga mulai Rp1,2 miliar yang akan dikelola Aston International.

Konsumen akan mendapatkan development return (selama masa pembangunan) sebesar 10 persen fixed selama dua tahun dilanjutkan dua tahun lagi rental guarantee sebesar 16 persen. Setelah melewati periode itu polanya  profit sharing 50:50.  Kepada konsumen pengembang menjanjikan balik modal (break event point-BEP) kurang dari enam tahun. Yudis

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini