Sabtu, April 4, 2026
HomeApartmentGunung Sewu Kembangkan Proyek Sustainability Environmental

Gunung Sewu Kembangkan Proyek Sustainability Environmental

Konsep pembangunan berkelanjutan (sustainability development) secara perlahan mendapat perhatian pengembang di Indonesia. Salah satunya Farpoint (Gunung Sewu Group) yang mengembangkan Citi Square Business Park di Kalideres, Jakarta Barat, dan apartemen Verde, Kuningan, Jakarta Selatan. Dua proyek tersebut diikutkan dalam survei Global Real Estate Sustainability Benchmark (GRESB), sebuah organisasi beranggotakan perusahaan properti dan investasi di seluruh dunia.

1624_Citi Square Business Park

Lembaga yang berbasis di Belanda ini secara rutin merilis kinerja perusahaan terkait building certification dan environmental management system. Tujuan publikasi tersebut untuk mengevaluasi dan meningkatkan praktik sustainability pada sektor real estat global. “Kami bukan sekadar mengembangkan proyek real estat tapi juga bertanggung jawab terhadap isu dan praktik pembangunan bekelanjutan. Ini menjadi bagian integral dalam bisnis kami,” ujar Hellen Triutomo, Senior Marketing Manager Farpoint, Senin (15/09) di Jakarta.

Di dua proyeknya itu Farpoint melakukan upaya pelestarian sumber daya air. Citi Square dirancang dengan sistem versitank untuk pengelolaan air dan limbah. Sedangkan Apartemen Verde menggunakan rainwater harvesting system untuk efisiensi konsumsi air.

Versitank mengekstrak air dari sumur dalam dan menciptakan sistem pengolahan limbah yang inovatif dengan menyalurkan limbah melewati beberapa tangki bioseptik dan biofilter ke sistem drainase. Sistem ini dapat mencegah banjir lokal dan mengembalikan air yang telah diolah melalui tangki penyerapan. Sementara rainwater harvesting system memproses dan mengolah air hujan sehingga meningkatkan efisiensi pemakaian air di kawasan.

1624 Verde apartemen BUILDING FACADE

Hellen mengatakan, keikutsertaannya dalam survei GRESB untuk menunjukan keseriusan Farpoint mengembangkan industri real estat Indonesia yang berkelanjutan. Survei GRESB mencakup tujuh aspek: manjemen, kebijakan dan keterbukaan informasi (policy & disclosure), risiko dan kesempatan (risks & opportunities), sistem manajemen monitor dan lingkungan, indikator kinerja, sertifikasi bangunan, dan pembinaan hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder engagement). Hasil survei dikompilasi menjadi sebuah laporan tahunan dan dipublikasikan. Yudis

Berita Terkait

Ekonomi

Meningkat Pesimisme Pelaku Industri Terhadap Prospek Usahanya

Penurunan ekspansi manufaktur Indonesia pada Maret 2026, baik karena...

Bank Mandiri Telah Salurkan KUR Senilai Lebih Rp310 Triliun

Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah...

Berita Terkini