Desain Mushola di Rumah
Menciptakan musala yang indah di rumah dapat menambah kenyamanan beribadah
Anda mungkin punya impian melengkapi rumah dengan sebuah musala. Memiliki ruang ibadah khusus di rumah memang memiliki kenikmatan tersendiri. Di situ kita bisa mengajak anggota keluarga beribadah bersama dengan nyaman. Jika ada tamu berkunjung ke rumsah, keberadaan musala juga memudahkan mereka menunaikan ibadah.

Apa yang perlu diperhatikan saat merancang musala? Paling penting dan mendasar adalah arah kiblat. Penentuan arah kiblat bisa menjadi patokan menentukan posisi musala di rumah. Lokasi musala sebaiknya berjarak relatif dekat dari ruang-ruang lain. Pertimbangkan pula akses yang mudah bagi orang yang sedang bertamu.
Sisi arah kiblat harus diusahakan tidak menjadi jalur lalu lalang orang. Ruang musala selanjutnya dapat dirancang mengikuti kemiringan arah kiblat. “Bisa juga hanya disiasati dengan pola pemasangan lantai yang diarahkan ke kiblat,” kata Her Pramtama, arsitek dari US&P architects.
Kapasitas
Kapasitas musala dapat ditentukan sesuai kebutuhan dan ketersediaan ruang. Luas ideal untuk lima orang sekitar 8–9 m2. Dimensi ruang musala akan lebih nyaman jika memanjang ke belakang bukan melebar ke samping. Sisi arah kiblat berada di bagian depan dan menyisakan ruang kebelakang lebih panjang.
Tempat wudhu

Untuk luasan lahan yang cukup besar, musala bisa dilengkapi tempat berwudhu dan toilet kecil. Letakkan beberapa titik kran dalam satu area berdekatan dengan musala. Area yang cenderung basah ini harus didesain dengan baik agar aliran air tidak menciprat atau tergenang.
Dekorasi dan pencahayaan
Musala perlu diberi sedikit dekorasi untuk menampilkan kesan yang tidak terlalu kosong dan monoton. Perhatikan juga, terlalu banyak aksesoris akan membuat musala kecil terlihat sempit. Misalnya, cukup pasang elemen penanda arah kiblat pada dinding yang sekaligus berfungsi dekoratif. Keindahan musala juga dapat dimunculkan dengan aksen tata cahaya. Rancang aplikasi lampu berwarna kekuningan yang mampu mengangkat suasana ruang musala terlihat lebih hangat.
Tips
- Lantai musala sebaiknya dibuat lebih tinggi dari area sekitarnya sebagai pembatas yang tegas. Perbedaan ketinggian juga berfungsi menjaga area selalu bersih dari kotoran atau cipratan air yang mungkin membawa kotoran.
- Material penutup lantai dari bahan bernuansa hangat seperti parket kayu dan lapisan karpet bisa dipilih untuk menambah kenyamanan.
- Tempatkan rak atau lemari kecil untuk menyimpan peralatan salat, Al Qur’an dan koleksi buku.
- Usahakan ruang memiliki bukaan jendela atau lubang ventilasi yang cukup untuk mengalirkan udara segar dan mendapatkan pencahayaan alami
Sumber: Majalah HousingEstate