Berburu Takjil di Kawasan Heritage Pasar Lama Serang
Setiap bulan puasa menjadi moment untuk mencari hidangan yang berbeda dan lezat untuk berbuka. Itu yang membuat penjual makanan, minuman, hingga camilan berkembang hingga ke dalam jalan-jalan perumahan selain tempat khusus yang memang menawarkan panganan berbuka (takjil) yang menjadi ikon kawasan.
Salah satunya di area Pasar Lama, Kota Serang, Banten, tepatnya di Jalan Maulana Hasanudin. Sebagai area ikonik kota, Pasar Lama merupakan kawasan warisan budaya (heritage) yang lokasinya kurang 1 km dari Masjid Ats-Sauroh yang juga menjadi ikon kota berjuluk Kota Santri ini.
Tidak diketahui pasti sejak kapan area Pasar Lama menjadi area menjajakan takjil untuk berbuka puasa dengan menu khas daerah Serang. Yang pasti, Pemkot Serang menjadikan kawasan heritage ini dengan sebutan Zona KHAS atau kuliner halal, aman, dan sehat. Karakteristik areanya memang banyak bangunan lama dan situs bersejarah.
Dikutip dari laman resmi Pemkot Serang Sabtu (07/03), sejak beberapa tahun lalu pihak pemkot telah mengatur ulang pedagang dan memfungsikan kembali gedung-gedung lama seperti bekas Bioskop Pelita. Nah, untuk pedagang takjil dibuatkan payung maupun tenda-tenda di sepanjang deretan gedung-gedung lama.
Uniknya, untuk pangan takjil yang disediakan memang khas Serang kendati ada juga beberapa makanan khas dari daerah lain. Diantaranya ketan bintul yang terbuat dari ketan ditumbuk lembut dan disajikan dengans serundeng dan bawang goreng. Dimakannya bersamaan dengan gulai empal daging kerbau atau sapi yang dijamin membuat lidah bergoyang. Makanan khas ini sejarahnya adalah makanan para raja atau sultan zaman dulu.
Baca juga: Beroperasi Lebih 100 Tahun, Stasiun Merak Jadi Sentral Transportasi Jawa-Sumatera
Itu makanan yang agak “berat”, untuk camilan yang ringan maupun “setengah berat” pilihannya lebih banyak lagi. Mulai cuer atau cecuer yang terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, santan, dan daun suji yang membuat tampilannya hijau terang berlapis-lapis yang dimakan dengan parutan kelapa. Duh nikmatnya!
Selanjutnya yang juga fenomenal adalah sate bandeng. Ini juga sejarahnya adalah makanan para raja. Ikan bandeng besar dikeluarkan dagingnya, dibuang tulangnya, dibumbui dengan rempah dan santan, kemudian daging ikan non-tulang yang telah dibumbui itu dimasukkan lagi ke dalam ikan, ditusuk bambu, dan dibakar. Gurih dengan manis-manis bumbu yang rasanya lembut dengan aroma khas smokey.
Makanan lainnya jejorong yang juga berbahan dasar tepung beras, santan, diisi gula aren cair. Apem cukit, bontot ikan payus, rabeg kambing, sei sapi, ikan kue pindang kuning, nasi bakar, nasi sumsum, sate kikil, dan banyak lagi. Makanan khas di kawasan heritage membuat suasananya sangat otentik.
Selama bulan puasa tempat ini buka mulai jam 2 namun saat jam 3-4 akan sangat ramai hingga biasanya jam 5 sore sudah banyak dagangan yang habis. Untuk alternatif, selain Pasar Lama masih ada tempat berburu takjil lain di kota ini: Bazar Ramadan Masjid Agung Ats-Tsauroh, Stadion Maulana Yusuf, Kompleks Griya Permata Asri Dalung, dan Kompleks Taman Pipitan Indah Walantaka.
