Rumah Bagi Warga Bantaran Rel Senen Siap Dihuni, 6 Bulan Pertama Gratis
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria dan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, meninjau pembangunan hunian bagi warga bantaran rel kereta di kawasan Senen di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Hasilnya, 324 unit rumah tapak tersebut sudah siap dihuni. Menteri PKP mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang mampu mengembangkan hunian bagi warga bantaran rel kereta di kawasan Senen, itu dalam waktu yang relatif singkat.
“Luar biasa cepat kerjanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia yang menyiapkan lahan, serta kontraktor pelaksana Hutama Karya, PP, dan Wijaya Karya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat,” kata Ara melalui keterangan dikutip, Sabtu (13/6/2026).
Pembangunan hunian bagi warga bantaran rel kereta di Senen itu, bisa diselesaikan lebih cepat dari target. Proyek mulai dikerjakan pada 3 April 2026 dan selesai sebelum target pada 15 Juni 2026.
Menteri PKP menyatakan, hasil peninjauannya akan dilaporkan kepada Presiden. “Kami akan laporkan kepada Presiden, bahwa hunian ini sudah siap. Dan, yang tidak kalah penting, memastikan yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yaitu warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta di kawasan Senen,” jelasnya.
Baca juga: Hunian bagi Warga Bantaran Rel Senen Mulai Dibangun, Rumah Tapak Bukan Rusun
Gagasan membangun hunian bagi warga bantaran rel Senen dicetuskan Presiden Prabowo, setelah ia secara mendadak mengunjungi kawasan tersebut pada akhir Maret lalu.
Hunian bagi warga bantaran rel dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Angkasa Pura Indonesia. Total 324 rumah dibangun, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, musala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, serta area parkir.
Selain kesiapan fisik bangunan, Menteri PKP juga menekankan pentingnya penyiapan aspek sosial dan pengelolaan kawasan, agar hunian dapat menjadi lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita juga harus mempersiapkan masyarakat yang akan tinggal di sini. Ruang terbuka hijau perlu disiapkan, kalau bisa ada ruang serbaguna, sarana rekreasi seperti lapangan futsal, penerangan yang baik, dan yang terpenting manajemen kawasan harus berjalan dengan baik,” tutur Menteri PKP.
Baca juga: Presiden Janjikan Rusun Bagi Warga Pinggiran Rel Kereta Api
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan, pada tahap awal penghuni tidak dibebani biaya hunian, termasuk biaya listrik dan air. “Untuk tahap awal tidak dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan dulu. Nanti setelah enam bulan kita evaluasi,” ungkapnya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menerangkan, proses pendataan calon penghuni telah dilakukan dan akan diprioritaskan bagi warga yang selama ini tinggal di bantaran rel, khususnya di kawasan Pasar Gaplok yang sebelumnya dikunjungi Presiden. “Relokasi akan dilakukan secara bertahap untuk kawasan bantaran rel lainnya,” katanya.
Bobby menambahkan, penataan kawasan bantaran rel akan terus dilakukan guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
Rencananya, Hunian Senen akan mulai dihuni pada pekan depan setelah seluruh aspek teknis dan pengelolaan kawasan dipastikan siap.
Melalui penyediaan Hunian Senen, pemerintah berharap masyarakat yang sebelumnya tinggal di kawasan rawan dan tidak layak huni, menempati hunian yang lebih aman, nyaman, didukung fasilitas yang memadai.