Rabu, Juni 10, 2026
HomeBerita PropertiIntiland Paparkan Strategi untuk Raih Pendapatan Rp1,95 Triliun Tahun Ini

Intiland Paparkan Strategi untuk Raih Pendapatan Rp1,95 Triliun Tahun Ini

PT Intiland Development Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desemmber 2025. RUPST dihadiri oleh para pemegang saham, dewan komisaris, dan direksi perusahaan yang digelar di Intiland Tower Jakarta maupun secara online.

Menurut Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi, pemegang saham memberikan persetujuan atas seluruh agenda RUPST yang diusulkan dengan lima agenda: persetujuan lapoiran tahunan dan pengesahaan laporan keuangan perusahaan 2025, pemberian wewenang kepada dewan komisaris untuk penunjukkan akuntan public, penetapan penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi, dan persetujuan mengenai hal lain.

“Persetujuan pemegang saham terhadap seluruh agenda RUPS menjadi sinyal positif terhadap arah kebijakan perusahaan. Selain memperkuat tata kelola, perusahaan juga berkomitmen untuk menjaga akuntabilitas serta strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya melalui siaran pers Rabu (10/6).

Intiland juga menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham atas dukungan terhadap seluruh agenda RUPST. Persetujuan tersebut juga mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap pengelolaan perusahaan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta langkah manajemen dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Untuk itu Intiland selalu memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis yang dijalankan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutanya pemegang saham juga menyetujui usulan perusahaan untuk belum membagikan dividen atas laba tahun buku 2025. Intiland tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2 miliar digunakan sebagai dana cadangan wajib dan sisanya Rp62,26 miliar dicatat sebagai saldo laba.

Baca juga: IKN Buka Lelang Proyek Hunian, Ada Intiland dan Nindya Karya

RUPST juga memberikan persetujuan atas usulan perusahaan untuk memberikan wewenang kepada dewan komisaris untuk menunjuk akuntan publik independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menetapkan honorarium serta syarat lain penunjukannya. Akuntan publik independen yang ditunjuk akan melaksanakan audit pembukuan perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026.

Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, strategi utama perusahaan tahun ini masih terfokus pada upaya menurunkan jumlah utang atau deleveraging. Strategi ini menjadi bagian penting dari kebijakan perusahaan untuk mengurangi beban keuangan, menjaga efisiensi operasional, dan memperkuat fundamental usaha.

Pada tahun 2025, Intiland berhasil menurunkan jumlah utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada tahun 2024. Penurunan tersebut dilakukan melalui restrukturisasi utang, percepatan pelunasan, penjualan aset non-inti, serta pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II Tahun 2022 dan Tahap III Tahun 2022 Seri B.

“Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting. Langkah ini bisa membantu kami dalam mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” bebernya.

Mempertimbangkan tantangan dan risiko usaha ke depan, Intiland menempuh langkah strategi dengan memperkuat efisiensi pada proses operasional dan keuangan. Langkah ini sebagai upaya menjaga stabilitas usaha, meningkatkan kualitas profitabilitas, memperkuat struktur keuangan, serta melanjutkan transformasi bisnis secara terukur.

Untuk strategi tahun ini, Archied mengatakan masih cenderung konservatif dengan mengoptimalkan proyek-proyek yang ada. Untuk pengembangan proyek baru tetap dipersiapkan namun dilakukan dengan sangat hati-hati dan mencermati peluang maupun momentum yang tepat selain daya serap pasar.

“Untuk kuartal pertama 2026 kami membukukan pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar atau turun 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan pengembangan memberikan kontribusi sebesar Rp387,1 miliar sementara pendapatan berulang atau recurring income sebesar Rp232,6 miliar,” jelasnya.

Kontribusi pendapatan terbesar pada kuartal pertama 2026 berasal dari recurring income sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5 persen, diikuti segmen kawasan industri sebesar Rp227,4 miliar atau 36,7 persen, perumahan sebesar Rp121,9 miliar atau 19,7 persen, dan high-rise residential sebesar Rp37,9 miliar atau 6,1 persen.

Baca juga: Intiland Lunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan, Target Kurangi Utang Jadi Rp3,5 Triliun

Intiland memproyeksikan pasar properti tahun 2026 masih bergerak selektif namun tetap memiliki peluang pertumbuhan terutama dari segmen perumahan dan kawasan industri. Pada tahun ini Intiland menargetkan marketing sales sesar Rp1,95 triliun atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp1,61 triliun.

Terkait rencana strategis, Intiland telah menyiapkan sejumlah strategi untuk pengembangan proyek baru. Selain rencana pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur, tengah disiapkan peluncuran Tower E Apartemen SQ Res, Jakarta Selatan, pada sementer kedua 2026.

Strategi lainnya adalah meningkatkan kinerja penjualan dan keuangan melalui strategi yang lebih terarah. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi proyek berjalan, penjualan stok siap jual, penguatan segmen perumahan dan kawasan industri, serta pengembangan program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat. Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental perusahaan tetap sehat,” pungkas Archied.

Berita Terkait

Ekonomi

Survei BI: Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Terus Menurun

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 5...

Belanja Pemerintah 2027 Fokus pada 8 Klaster, Salah Satunya Perumahan

Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan...

Berita Terkini