“The Intelligence of Surfaces” di Jia CURATED 2026, Filosofi Lamitak dalam Bentuk Perjalanan Ruang
Produk pelapis (laminate) bukan lagi sekadar material pengganti, melainkan sebagai sistem material dengan karakter dan pendekatannya sendiri.
Di Jia CURATED 2026 yang akan digelar di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, 13-17 Agustus 2026, Lamitak menunjukkannya melalui “The Intelligence of Surfaces”, instalasi yang mengajak pengunjung melihat kembali peran laminate dalam desain.
Jia CURATED adalah event yang menggabungkan craft, design, dan culture, menghadirkan peserta lokal dan internasional dari dunia arsitektur, interior, desain produk, seni, dan inovasi material.
Sedangkan Lamitak adalah brand solusi material permukaan di bawah TAK Products & Services, didirikan di Singapura pada 2001, dengan fokus pada pengembangan laminate dan material untuk arsitektur serta desain interior.
Produk Lamitak sebagian besar berbasis kertas, termasuk kraft paper yang bersumber secara bertanggung jawab, dan diproduksi melalui teknologi press modern serta proses manufaktur presisi. Karena itu produk sudah mendapat green label dari berbagai lembaga di Singapura dan global serta sertifikasi antibakteri.
Pameran “The Intelligence of Surfaces” menandai perjalanan 25 tahun Lamitak dalam mengembangkan solusi material permukaan berbasis desain untuk interior di Asia dan pasar global.
Mengusung tema Nature Weave dari Jia CURATED 2026, instalasi Lamitak mengeksplorasi hubungan antara inspirasi material alami, material yang dikembangkan melalui proses desain, pengalaman ruang, dan perkembangan kebutuhan desain.
Dirancang bersama studio arsitektur berbasis di Bali, DDAP Architect, The Intelligence of Surfaces menghadirkan filosofi material Lamitak dalam bentuk perjalanan ruang.
Alih-alih menampilkannya sebagai produk konvensional, pameran memperlihatkan bagaimana laminate dipelajari, dibentuk, diterapkan, dan dipahami. Mulai dari asal inspirasi dan komposisi, hingga performa serta penggunaannya dalam ruang.
Baca juga: Prismatic Journey Taco, Kebebasan Ekspresi Melalui Keragaman Material

Mengutip keterangan Lamitak, Jumat (31/7/2026), material alami telah lama membentuk cara manusia memahami ruang melalui kehangatan kayu, kedalaman batu, tekstur kain, serta kehadiran material alami lainnya.
Lamitak berangkat dari pemahaman tersebut. Pameran tidak menempatkan laminate sebagai lawan dari alam, melainkan material permukaan yang terinspirasi dari alam dan dirancang untuk menjawab kebutuhan masa kini.
Melalui studi material, eksplorasi sentuhan, pemahaman lapisan, serta demonstrasi aplikasi, pengunjung dapat melihat, bagaimana inspirasi dari alam diterjemahkan menjadi material permukaan dengan konsistensi, ketahanan, serta keandalan dalam proses desain dan spesifikasi.
Beragam objek seperti tekstil, kayu, batu, hingga material sehari-hari menjadi titik awal eksplorasi, di mana tekstur, warna, struktur, dan sentuhan diamati, dikembangkan, dan diolah kembali.
Salah satu elemen utama dalam pameran, adalah area eksplorasi material interaktif, di mana pengunjung dapat memahami laminate sebagai sistem aplikasi. Mulai dari pemotongan, pemasangan, hingga finishing, yang dapat diuji langsung melalui sentuhan.
Pengalaman ini memperlihatkan detail yang membentuk kualitas material permukaan, keandalan dalam proses produksi, serta performanya dalam jangka panjang.
Pengunjung juga akan menemukan interactive surface visualiser yang menampilkan berbagai material permukaan Lamitak dalam visual interior, sehingga bisa dipahami dalam konteks skala, pencahayaan, suasana, dan penerapan ruang.
“Ke depan, pengembangan material bukan tentang meniru alam, tapi bagaimana kita belajar darinya,” kata Alexander Tan, Co-Founder Lamitak, melalui keterangan tertulis Lamitak.
“Di Lamitak, kami menerjemahkan inspirasi dari alam itu menjadi material permukaan yang dirancang untuk kebutuhan masa kini. Kami percaya laminate perlu dipahami berdasarkan nilai dan fungsinya sendiri, bukan sekadar sebagai alternatif,” lanjutnya.
Alexander menambahkan, pameran ini juga mencerminkan perubahan dalam cara desainer, arsitek, dan developer memilih material.
“Di tengah banyaknya pilihan, menentukan yang tepat menjadi makin penting. Lamitak hadir untuk membantu para profesional desain dalam memahami, mengevaluasi, membandingkan, dan menentukan material dengan lebih jelas,” tuturnya.
Baca juga: Vivere Tampilkan Aneka Inovasi Produk Terbaru Melalui “Designed for Life”

DDAP Architect sendiri dalam keterangannya menyatakan, perjalanan bersama Lamitak berangkat dari keinginan memahami material secara lebih mendalam, tidak hanya dari hasil akhirnya.
Dalam proses itu, tim DOAP menemukan kesamaan visi yang berakar pada kejujuran material, ekspresi, dan keyakinan bahwa desain memiliki makna lebih dari sekadar tampilan.
Lebih dari sekadar pameran, instalasi mengajak pengunjung melihat kembali asumsi yang ada, menemukan nilai yang mungkin tidak terlihat, dan memahami bahwa sebuah material dibentuk oleh asal, proses, aplikasi, dan pengalaman.
“The Intelligence of Surfaces merupakan undangan untuk melihat kembali peran material permukaan. Bukan sekadar lapisan akhir, melainkan bagian dari sistem material yang membentuk ruang, memperkaya pengalaman, dan mendukung arah desain ke depan,” tulis keterangan DOAP.
The Intelligence of Surfaces Lamitak di Jia CURATED 2026 menghadirkan perjalanan material dengan prinsip nature inspires, surface intelligence reinterprets. Pameran terbagi dalam 4 dimensi utama.
Yaitu, Intelligence of Origin (eksplorasi inspirasi dari alam, budaya, tekstur, dan pengalaman manusia), Intelligence of Precision (proses, detail, konsistensi, dan ketahanan), Intelligence of Application (bagaimana material diterapkan dalam berbagai ruang seperti hospitality, retail, residensial, dan workspace), serta Intelligence of Responsibility (efisiensi sumber daya serta tanggung jawab dalam desain masa depan).