Semester I 2026 Jasa Marga Raih Laba Bersih Rp1,91 Triliun
PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus melakukan optimalisasi jaringan dan portofolio jalan tol serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Strategi itu untuk memastikan skala bisnis yang dimiliki dapat terus memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan perusahaan.
Dengan mengintegrasikan kekuatan jaringan, portofolio aset, layanan, teknologi, dan kapabilitas yang dimiliki, Jasa Marga melihat ruang pertumbuhan yang semakin luas bukan hanya dari bisnis jalan tol tetapi juga dari berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sepanjang koridor.
Melalui strategi ini Jasa Marga berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja positif pada semester pertama 2026. Menurut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, fundamental yang sehat memberikan ruang gerak bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan bisnis secara prudent sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru.
“Kami melihat prospek bisnis Jasa Marga ke depan tetap positif. Dengan fundamental bisnis dan kondisi financial yang sehat, menjadi fondasi yang kuat untuk terus mengoptimalkan portofolio aset sekaligus mencetak pertumbuhan nilai yang berkelanjutan (value creation),” ujarnya melalui siaran pers dikutip Kamis (10/9).
Fundamental pendapatan perusahaan ditopang oleh arus kas operasi yang solid. Hal ini memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang dan memperkuat ketahanan likuiditas perusahaan dalam menghadapi dinamika makroekonomi.
Baca juga: Semester I 2026 Jasa Marga Bukukan Pendapatan Rp10,3 Triliun
Bukti dari ketahanan tersebut terlihat dari kinerja Jasa Marga hingga semester I 2026. Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, tumbuh 7,6 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun, naik 6,8 persen (yoy) dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar, naik 17,6 persen (yoy).
Pertumbuhan top-line tersebut terkonversi positif ke pos profitabilitas, ditandai oleh EBITDA perusahaan naik 8,1 persen menjadi Rp6,99 triliun, dengan EBITDA margin tetap terjaga pada level 67,8 persen, dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2 persen (yoy).
Profil risiko utang pun tetap terkendali secara prudent, tecermin dari Gearing Ratio tercatat pada level 1,2 kali dengan Interest Coverage Ratio (ICR) tumbuh menjadi 3,9 kali, yang menunjukkan kapasitas perusahaan untuk menjaga kewajiban finansial sekaligus mempertahankan ruang untuk melanjutkan agenda investasi strategis dan pengembangan bisnis.
Selain itu, salah satu kekuatan utama Jasa Marga terletak pada skala jaringan yang dimiliki. Hingga 30 Juni 2026, Jasa Marga memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 km dan telah mengoperasikan sekitar 1.294 km jalan tol yang merepresentasikan sekitar 42 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Baca juga: Jaga Kualitas Jalan Tol, Jasa Marga Lakukan Preservasi Berkala
Skala tersebut memberikan basis bagi Jasa Marga untuk mengelola jaringan sebagai satu kesatuan portofolio dan network yang saling terhubung. Pendekatan ini membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi pada koridor-koridor yang dilalui.
“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” imbuh Rivan.