Jaga Kualitas Jalan Tol, Jasa Marga Lakukan Preservasi Berkala
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), terus melanjutkan pekerjaan preservasi di sejumlah ruas jalan tol Jasa Marga Group untuk menjaga kondisi perkerasan jalan tol tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sebagai public service company, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk menjaga kualitas infrastruktur sekaligus memastikan perjalanan tetap lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan di sepanjang jalan tol Jasa Marga Group.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, preservasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, keandalan, dan keberlanjutan jalan tol dan karenanya pekerjaan ini dilakukan secara berkala dengan mengutamakan aspek keselamatan, mengingat jalan tol secara terus-menerus menerima beban lalu lintas yang tinggi.
“Jasa Marga terus melanjutkan pekerjaan preservasi secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan tol tetap prima. Kami memahami bahwa pekerjaan preservasi dapat berdampak terhadap perjalanan pengguna jalan sehingga seluruh pelaksanaannya dilakukan secara terencana dengan memperhatikan berbagai aspek penting agar pekerjaan tetap berjalan namun arus lalu lintas di sekitar tetap terjaga,” ujarnya melalui siaran pers Kamis (20/8).
Untuk meminimalkan dampak terhadap mobilitas pengguna jalan, mayoritas pekerjaan preservasi dilaksanakan pada malam hingga dini hari ketika volume lalu lintas relatif lebih rendah.
Pelaksanaan preservasi juga memperhatikan ketentuan PP No. 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol Pasal 88 ayat (3) yang mengatur bahwa kegiatan preservasi harus memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Selama pekerjaan berlangsung, lajur terdampak dibatasi dan dilengkapi rambu peringatan serta perangkat pengamanan, sementara petugas operasional disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan preservasi berlangsung. Kami terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik melalui pelayanan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman. Kami juga berupaya untuk meminimalkan dampak terhadap perjalanan masyarakat melalui pengaturan lalu lintas, pemilihan waktu pekerjaan hingga pengamanan yang memadai di lokasi pekerjaan,” imbuhnya.
Baca juga: Jasa Marga Paparkan Progres Tol di Yogyakarta, Akan Siap untuk Natal-Tahun Baru-Lebaran
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi pekerjaan preservasi dengan merencanakan perjalanan, termasuk mengecek informasi lalu lintas terkini dan titik-titik lokasi pekerjaan untuk menyesuaikan waktu perjalanan maupun memilih alternatif rute.
Saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, memperhatikan batas kecepatan, perambuan dan arahan petugas. Untuk mendapatkan informasi terkini maupun menyampaikan keluhan terkait perjalanan, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi Call Center 133.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan preservasi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ruas, di antaranya pekerjaan patching, Scrapping & Filling (SF), serta rekonstruksi perkerasan.
Ketiga jenis pekerjaan tersebut saat ini dilakukan pada sejumlah ruas jalan tol Jasa Marga Group. Pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang, pekerjaan meliputi rekonstruksi perkerasan dan patching. Sementara pada Jalan Tol Dalam Kota, pekerjaan meliputi SF dan patching, sedangkan pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek dilakukan patching, SF, dan rekonstruksi perkerasan pada sejumlah titik sesuai kondisi lapangan.
Baca juga: Bank BSI Salurkan Sustainability Linked Financing Rp1,56 Triliun untuk Jasa Marga
Selain itu, pekerjaan preservasi juga terus dilakukan pada sejumlah ruas tol Jasa Marga Group lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keandalan jalan tol secara berkelanjutan.
Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Jasa Marga sebagai public service company dalam mendukung konektivitas nasional, meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, serta memperkuat kualitas infrastruktur transportasi Indonesia.