Minggu, Agustus 2, 2026
HomeBankBank BSI Salurkan Sustainability Linked Financing Rp1,56 Triliun untuk Jasa Marga

Bank BSI Salurkan Sustainability Linked Financing Rp1,56 Triliun untuk Jasa Marga

Perusahaan BUMN jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara, dan Bank BSI menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan investasi sebesar Rp1,56 triliun dengan skema Sustainability Linked Financing (SLF).

Pembiayaan ini menjadi tonggak penting dalam upaya komitmen kedua belah pihak mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan. Menurut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, pembiayaan SLF merupakan bagian langkah strategis perusahaan untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi pendanaan yang turut menopang fundamental bisnis jangka panjang.

“Pembiayaan melalui skema SLF ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan PT JBT tetapi juga membuktikan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan. Melalui pembiayaan ini, Jasa Marga terus meningkatkan kinerja perusahaan serta menghadirkan layanan jalan tol yang semakin andal, aman, dan ramah lingkungan,” ujarnya melalui siaran pers yang dikutip Minggu (2/8).

JBT konsisten menerapkan prinsip ESG dalam mengoperasikan jalan tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km. Pada aspek lingkungan, JBT menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pertama yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk optimalisasi energi, menggunakan lampu LED, melestarikan ekosistem mangrove Tahura Ngurah Rai, hingga mengelola sampah organik dan sumber air.

Baca juga: Bank BSI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Siapkan Margin KPR 2 Persenan, Tenor Hingga 30 Tahun

Sementara pada aspek sosial dan tata kelola, JBT memperkuat kerja sama kewilayahan melalui program pendidikan, bantuan sosial, dan kolaborasi masyarakat lokal. Atas komitmen menyeluruh tersebut, JBT sukses meraih Penghargaan Terbaik I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2022 serta mempertahankan predikat Gold Sertifikasi Green Toll Road Indonesia hingga tahun 2024.

“Pembiayaan ini menjadi aksi nyata JBT sebagai pilot project penerapan pembiayaan berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Kami berharap langkah ini tidak hanya menjadi acuan bagi entitas anak usaha Jasa Marga Group lainnya dalam mempercepat transisi energi tetapi juga memelopori standar baru bagi pengembangan industri jalan tol nasional yang berorientasi keberlanjutan,” imbuhnya.

Melalui upaya ini JBT terus memperkuat struktur pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Di saat yang sama, perusahaan terus melanjutkan berbagai inisiatif pengelolaan jalan tol yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Jasa Marga Group dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Wakil Direktur Utama Bank BSI Bob T Ananta menyampaikan, Bank BSI merupakan bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan pembiayaan dengan skema SLF dan ini membuktikan implementasi dukungan perbankan syariah terhadap pembangunan infrastruktur nasional berbasis hijau yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) serta selaras dengan nilai-nilai maqashid syariah.

“Penandatanganan SLF ini merupakan tonggak penting bagi industri perbankan syariah nasional sekaligus sinergi BUMN yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam hal memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan alam. Kami juga meyakini bahwa prinsip ESG dan keberlanjutan memiliki keselarasan yang kuat dengan maqashid syariah,” bebernya.

Baca juga: Bank Syariah dan Bank Emas Dorong Peningkatan Laba Bank BSI

Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank BSI mencapai Rp78,6 triliun yang menyumbang sekitar 23 persen dari pembiayaan secara keseluruhan. Beberapa sektor usaha yang mendominasi di antaranya UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan (eco-efficient), energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, dan kegiatan usaha lainnya yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY Dorong Pembangunan Bali: Satu Pulau-Satu Tata Kelola

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus...

Kadin: Multiplier Effect Industri Kesehatan, Rp1 Jadi Rp3

Sektor kesehatan dengan industri farmasi nasional bisa memberikan dampak...

Tantangan Lingkungan Bisa Menciptakan Nilai Bisnis

Jangan lagi melihat perubahan perubahan iklim sebagai tantangan lingkungan...

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Berita Terkini