BP Tapera-Bank Jakarta Sosialisasi KPR FLPP di Makam Bung Hatta
BP Tapera bersama Bank Jakarta melakukan sosialisasi subsidi perumahan dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada petugas kebersihan dan pemelihara fasilitas umum di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).
Sosialisasi dilaksanakan di pelataran makam Proklamator RI Mohammad Hatta di TPU Tanah Kusir, sebagai tindak lanjut ziarah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) ke makam bapak perumahan tersebut terkait peringatan Hari Perumahan Nasional 2026.
Sosialisasi yang diikuti 210 petugas kebersihan dan pemelihara fasilitas umum atau pasukan oranye serta ASN Suku Dinas Pertamanan itu, memberikan pemahaman mengenai persyaratan KPR subsidi dengan skim FLPP, manfaat program, pilihan rumah subsidi, simulasi pembiayaan, hingga mekanisme pengajuan melalui bank penyalur KPR.
Dalam kegiatan tersebut, 20 calon debitur mendapatkan kesempatan mengikuti dialog dan berdiskusi secara langsung mengenai peluang memperoleh pembiayaan rumah subsidi, dan menerima bantuan uang muka rumah subsidi secara simbolis.
Hadir dalam sosialisasi Walikota Jakarta Selatan Syafrin Liputo, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma yang memberikan sosialisasi.
Sementara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar hadir secara daring, berinteraksi dan menyapa peserta melalui video call.
Menurut Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryato Widodo, realisasi penyaluran KPR FLPP Bank Jakarta tahun ini hingga September baru 88 unit setara Rp15 Miliar.
“Angka 88 ini merupakan starting poin. Pendekatan (penyaluran KPR FLPP) ke depan akan kita ubah dari individual menjadi berbasis ekosistem. Kami bergerak proaktif dengan melakukan screening dan mapping,” kata Agus dikutip dari keterangan BP Tapera.
Agus menambahkan, Bank Jakarta siap menjadikan FLPP sebagai ekosistem pemilikan rumah subsidi yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jakarta.

Baca juga: Realisasi Baru 38 Persen, Tapera dan Kementerian PKP Kian Gencar Sosialisasi FLPP
Jakarta adalah provinsi dengan backlog pemilikan rumah tertinggi di Indonesia, mencapai sekitar 39,6 persen rumah tangga pada 2026, dibanding backlog kepemilikan rumah nasional yang 12,39 persen atau sekitar 9,29 juta rumah tangga.
Sementara Komisioner Heru mengajak masyarakat yang sampai saat ini masih mengontrak, untuk mulai mencari informasi dan menghitung kemampuan.
“Jangan menunggu sampai penghasilan sudah besar. FLPP memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama,” ujarnya.
Sebelumnya BP Tapera berkolaborasi dengan sejumlah bank BUMN, sudah melakukan sosialisasi FLPP ke berbagai lembaga, instansi, pemerintah daerah, dan universitas, selain melalui kehadiran di sejumlah even.
Heru menyebutkan, MBR dapat mencari informasi mengenai rumah subsidi yang sesuai preferensi, melalui SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) yang dapat diakses melalui situs sikumbang.tapera.go.id, serta Tapera Mobile termasuk untuk mengajukan KPR FLPP.
“Setelah mendapatkan rumah yang coook, jangan lupa mengunjungi langsung lokasi perumahan, untuk memastikan kondisi bangunan, kualitas pengembangan, suplai air bersih, listrik, serta kondisi lingkungan, sebelum mengambil keputusan,” terangnya.
Baca juga: Realisasi Masih Rendah, Menteri PKP Minta Bank Genjot Penyaluran KPR FLPP dan KUR Perumahan
Hingga 15 September 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara nasional telah mencapai 148.712 unit rumah, dengan nilai pembiayaan Rp18,50 triliun. Capaian tersebut merupakan bagian dari target penyaluran FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah.
Di kota metropolitan seperti Jakarta, pilihan rumah subsidi yang tersedia berupa rumah susun (apartemen), tidak ada lagi rumah tapak.
Untuk Jakarta, berdasarkan ketentuan harga rumah susun dalam Kepmen PKP No. 1721/KPTS/M/2026 tanggal 6 Agustus 2026, harga rumah susun itu dipatok Rp13 juta–Rp14,5 juta per meter persegi.
Baca juga: KPR Subsidi 40 Tahun Hanya untuk Pembeli Rumah Pertama. BP Tapera Percepat Implementasi
Jadi, untuk unit seluas 21-45 m², harganya sekitar Rp585 juta hingga Rp652,5 juta per unit. Sedangkan unit seluas 45 m² dengan harga Rp14 juta per meter persegi, harganya sekitar Rp630 juta per unit.
Dengan asumsi uang muka 1 persen, bunga KPA tetap 6 persen per tahun dan tenor 40 tahun, estimasi angsuran tipe 21 sekitar Rp3,43 juta per bulan.
Sedangkan unit seluas 45 m² dengan harga Rp14,5 juta per meter persegi memiliki harga sekitar Rp652,5 juta per unit, estimasi angsurannya sekitar Rp3,55 juta per bulan.