Banyak Potensi Bisnis di Sepanjang Jalur MRT Jakarta
Menurut Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud, ada potensi pengembangan bisnis maupun investasi terkait pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di Jakarta. Hal ini sesuai dengan pembangunan sejumlah fasilitas transit yang dibangun MRT Jakarta dalam kurun waktu 2019-2026.
“Setidaknya ada 14 proyek infrastruktur yang dikembangkan dengan konsep TOD yang telah kami bangun di Jakarta bersama mitra seperti pedestrianisasi Terowongan Kendal yang semula jalur kendaraan bermotor, revitalisasi trotoar di sepanjang Jl Sudirman-MH Thamrin, pembangunan jembatan multiguna Dukuh Atas, dan sebagainya,” ujarnya melalui siaran pers Selasa (15/9).
Berbagai potensi investasi tersebut disampaikan Farchad saat menjadi pembicara di Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Forum and Business Matching 2026 di Tokyo akhir Agustus 2026 lalu.
Selain itu masih ada beberapa proyek lain seperti pembangunan infrastruktur maupun sarana yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas BSI dan Stasiun KCI Sudirman hingga Transport Hub Dukuh Atas.
Pengembangan berbagai sarana di kawasan TOD ini merupakan mandat dari Gubernur DKI Jakarta dan saat ini MRT Jakarta tengah menyiapkan tujuh proyek di enam lokasi TOD: Kali Besar Heritage, XGL Mixed-Use, Ultimate Development Blok M, Lebak Bulus Park and Ride, Thamrin Asset Development, Extended Concourse Bundaran HI, dan Dukuh Atas Pedestrian Deck.
Baca juga: MRT Jakarta Optimalkan Stasiun Jadi Venue Berbagai Event
Proyek-proyek tersebut fokus kepada pengembangan properti dan interkoneksi untuk menciptakan area perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal lain yang juga menjadi pembahasan yaitu terkait kerangka kerja kebijakan, peraturan, hingga perspektif investor terhadap pembiayaan proyek infrastruktur.
Indonesia–Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia tersebut bertujuan untuk mempromosikan proyek-proyek investasi strategis BUMN dan BUMD yang telah dikurasi, sekaligus mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor, lembaga keuangan, dan mitra strategis dari Jepang.
Tahun ini, delegasi Indonesia hadir menawarkan proyek strategis dari lima sektor, yaitu tol dan jalan, pelabuhan dan logistik, perkeretaapian dan TOD, properti, serta fasilitas fabrikasi besi. MRT Jakarta hadir bersama dengan perwakilan dari sejumlah perusahaan BUMN lainnya.
Baca juga: Berbagai Event Digelar MRT Jakarta untuk Kembalikan Blok M Jadi Pusat Trendsetter
Forum ini diharapkan dapat mendorong realisasi investasi, pemenuhan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex), serta pengembangan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.
Selain mengikuti forum, delegasi Indonesia juga berkesempatan melakukan studi banding di salah satu pengembangan yang dibangun dengan konsep berorientasi transit yaitu kawasan Takanawa Gateway di mana pengembangan mixed use terkoneksi langsung dengan Tanakawa Station.