BTN Dukung Rusun Manggarai dengan KPR 40 Tahun, Bunga 6 Persen Per Tahun Fix Hingga Lunas
Bank Tabungan Negara (BTN) menyiapkan KPR bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun, dan suku bunga fix 6 persen per tahun selama tenor kredit, untuk pembelian rumah susun (rusun) subsidi yang dikembangkan di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Proyek rusun dengan konsep transit oriented development (TOD) yang dikembangkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Properti itu, dimulai pembangunannya (ground breaking) Jumat (21/8/2026).
Total akan dikembangkan lebih dari 3.700 unit rusun di 8 menara di dua blok di Rusun Manggarai. Ground breaking, Jumat (21/8/2026), dilakukan untuk 3 menara di blok G yang pembangunan dilakukan serentak. Ground breaking 5 menara di blok F akan dilakukan Oktober 2026.
Menurut Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, KPR 40 tahun dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian di tengah kota.
“Memang mandat kita mengurus rumah rakyat. Skema KPR-nya kita coba 40 tahun dengan bunga 6 persen sampai lunas, sehingga beban cicilannya jadi ringan dan pasti,” kata Nixon di sela-sela acara ground breaking yang antara lain dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perhubungan, Kepala BPKP, Kepala Badan Komunikasi Presiden, petinggi BP BUMN/Danantara, selain Dirut KAI Bobby Rasyidin, serta Dirut BTN dan Dirut KAI Properti.
BTN dan PT KAI Properti Manajemen (KAI Properti) sudah meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai. PKS ditandatangani Nixon bersama Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany, melanjutkan Nota Kesepahaman yang sudah dirintis sebelumnya.
BTN menyiapkan balé by BTN sebagai salah satu kanal untuk pendaftaran peminat, dan pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Rusun TOD Manggarai.
Baca juga: KAI Memulai Pembangunan Rusun Subsidi di Kawasan Stasiun Manggarai
Nixon menyatakan, Hunian Manggarai menarik karena mengkombinasikan keterjangkauan dan lokasinya yang berada di pusat kota, dan terintegrasi transportasi massal. “Lokasi di pusat kota Jakarta, dekat transportasi massal, harga kita jagain di bawah Rp600 juta, dan dapat subsidi suku bunga,” jelas Nixon.
BTN akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, dengan menyesuaikan dengan perkembangan pembangunan proyek untuk memastikan perlindungan konsumen.
Pilot project
Nixon menerangkan, Hunian Manggarai akan menjadi pilot project pengembangan hunian vertikal terjangkau di tengah kota, yang berpotensi direplikasi pada kawasan di sekitar stasiun dan simpul transportasi massal lainnya.
“Di Jabodetabek saja, jumlah stasiun banyak sekali. Kita akan mulai di stasiun-stasiun kereta karena lebih mudah. Setelah itu mungkin kita bicara kawasan LRT dan MRT,” terang Nixon.
Menurutnya, di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, mencari landed house sudah sulit dan terlalu mahal. Jadi kita harus realistis, seperti kota-kota lain di dunia, hunian Jakarta masu tak mau vertikal.
BTN menyediakan bukan hanya KPR subsidi bagi MBR untuk Hunian Manggarai, tapi juga KPR non-subsidi untuk segmen yang lebih luas. Untuk KPR non-subsidi, BTN menyiapkan program khusus dengan uang muka mulai dari 5 persen plus bunga promosi yang menarik.
Menteri PKP mengapresiasi peran BTN dalam pembiayaan rumah subsidi. “Untuk KPR subsidi FLPP juara satu, BTN nggak ada lawan. Saya mohon Pak Nixon bisa biayai lagi di tempat lain, supaya aset-aset kereta api bisa segera dibangunkan (apartemen),” kata Ara.
Baca juga: Potensi Pengembangan Rusun di Lahan KAI Jabodetabek Mencapai 131.000 Unit
Sementara Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai, pembangunan Hunian Manggarai menjadi langkah konkret dalam menghadirkan hunian layak dan terjangkau di pusat kota. Ia menekankan pentingnya memastikan hunian tersebut tepat sasaran dan tidak dikuasai untuk kepentingan spekulasi.
“Kita harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen,” kata Hashim sembari mengharapkan, konsep serupa dapat dikembangkan di aset-aset KAI lainnya sehingga semakin banyak MBR memperoleh hunian terjangkau yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Dirut KAI Bobby Rasyidin menyebutkan, selain hunian, Hunian Manggarai juga akan dilengkapi 150 unit ruang retail. Pembangunan keseluruhan proyek di blok G ditargetkan berlangsung dalam 18 bulan. Tata kelola proyek juga akan dijaga agar hunian tersebut tetap layak dihuni.