Minggu, Oktober 4, 2026
HomeBerita PropertiPreferensi Hunian Anak Muda: Harga-Akses-Ruang

Preferensi Hunian Anak Muda: Harga-Akses-Ruang

Preferensi generasi muda saat ini terkait hunian telah banyak berubah dibandingkan era beberapa dekade lalu. Dengan perkembangan teknologi, ragam pekerjaam, hingga lifestyle telah membuat hunian bukan sekadar tempat tinggal tapi harus disesuaikan juga aktivitas keseharian, aksesibilitas, hingga fasilitasnya.

Preferensi anak muda terkait huniannya bisa dilihat dari banyak faktor apakah itu desain, metode pembayaran, maupun berbagai fitur yang dibutuhkan. Rumah123 melakukan riset untuk itu.

Menurut Maria Herawati Manik, Senior Commercial Advisor Rumah123, kelompok usia 18-34 tahun merupakan audiens digital terbesar Rumah123 dan telah mengemukakan preferensi hunian dengan penekanan pada tiga hal: harga yang terjangkau, akses menuju pusat aktivitas, dan ruang yang memadai untuk kebutuhan jangka panjang.

“Itu bisa dilihat dari enquiry rumah tapak jual yang datanya masuk ke kami. Segmen Rp500 juta sebesar 16,8 persen, Rp1 miliar 23 persen, Rp1-2 miliar 22,7 persen, hingga di atas Rp2 miliar 37,4 persen dan dengan sebaran ini menunjukkan kalau generasi muda tidak dapat diperlakukan sebagai kelompok daya beli,” ujarnya kepada housingestate.di Minggu (4/10).

Baca juga: 62 Persen Pembeli Rumah Subsidi adalah Gen Z, 20 Persen Milenial

Data lain juga menyebut, ada pembeli rumah pertama yang sangat sensitif terhadap cicilan tetapi ada pula kelompok muda yang sudah lebih mapan atau mendapat dukungan keluarga. Dari sisi produk, tiga kamar tidur menjadi konfigurasi yang paling banyak diminati sebesar 34 persen sementara 58,8 persen enquiry mengarah pada satu hingga dua kamar mandi.

Maria menyebut, Ini menunjukkan kebutuhan terhadap rumah yang kompak tetapi tetap dapat mengakomodasi pertumbuhan keluarga atau ruang kerja. Sementara dari sisi lokasi, Tangerang memimpin dengan 15,3 persen enquiry, disusul Jakarta Selatan 12,5 persen.

“Bila melihat dari kedua lokasi ini memang menawarkan spesifikasi maupun kebutuhan yang berbeda. Tangerang memiliki pilihan township dengan rentang harga yang lebih luas sementara Jakarta Selatan memiliki kedekatan dengan pusat pekerjaan dan fasilitas yang sudah matang,” bebernya.

Berita Terkait

Ekonomi

Airlangga: Ekonomi Kita Tetap Tangguh. Inflasi Terjaga, Manufaktur Ekspansi, Surplus Neraca Dagang Berlanjut

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis, Kamis (1/10/2026), menunjukkan, perekonomian...

Supaya Ekonomi 2027 Tumbuh Tinggi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program Penguatan Daya Beli

Perekonomian Indonesia terus diperkuat melalui berbagai kebijakan yang diarahkan...

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Berita Terkini