Minggu, Oktober 4, 2026
HomeHome loanInsentif PPN DTP Belum Mampu Dongkrak Penyaluran KPR

Insentif PPN DTP Belum Mampu Dongkrak Penyaluran KPR

Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk transaksi rumah baru yang sudah jadi tahun ini, belum berhasil mendongkrak penyaluran kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA).

Mengutip laporan Uang Beredar Bank Indonesia yang dirilis baru-baru ini, pertumbuhan kredit memang terus melaju. Pada Agustus 2026 mencapai Rp9.019 ,3 triliun atau tumbuh 13,3 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 13,0 persen (yoy).

Kredit dalam laporan ini hanya mencakup pinjaman (loan). Peningkatan penyaluran kredit itu, didorong oleh kenaikan penyaluran kredit kepada debitur korporasi sebesar 21,6 persen (yoy), dibandingkan Juli 2026 sebesar 20,9 persen (yoy).

Peningkatan kredit itu terutama dalam bentuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI), yang masing-masing tumbuh 12,3 persen (yoy) dan 23,4 persen (yoy) pada Agustus 2026, naik dibanding Juli 2026 sebesar 11,6 persen (yoy) dan 23,1 persen (yoy).

Peningkatan KI terutama didorong oleh penyaluran kredit ke sektor konstruksi dan jasa-jasa. Sementara Kredit Konsumsi (KK) pada Agustus 2026 hanya tumbuh 5,0 persen (yoy), makin turun dibanding Juli 2026 sebesar 5,3 persen (yoy).

Baca juga: Kredit Konsumsi Termasuk KPR Belum Juga Berlari

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh KPR/KPA, kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna yang tumbuh masing-masing 4,2 persen (yoy), -10,3 persen (yoy), dan 7,2 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2026 sebesar 4,3 persen (yoy), -10,0 persen (yoy), dan 7,6 persen (yoy).

Penyaluran kredit properti sendiri, pada Agustus 2026 tetap tumbuh tinggi sebesar 18,3 persen (yoy) dibanding 18,4 persen (yoy) pada Juli 2026.

Namun, hal itu dipengaruhi oleh kredit konstruksi dan real estate yang tumbuh 49,5 persen (yoy) dan 15,8 persen (yoy), kendati sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang tumbuh 49,7 persen (yoy) dan 16,0 persen (yoy).

Sementara KPR/KPA seperti sudah disinggung di atas, hanya tumbuh 4,2 persen (yoy), lebih rendah dibanding Juli 2026 sebesar 4,3 persen (yoy).

Baca juga: Paylater, Pinjol, Gadai Terus Tumbuh Tinggi, Saat Kredit Konsumsi Terus Melemah

Khusus KPR/KPA, sudah sejak akhir 2025 penyalurannya terus menurun. Kalau pada November 2025 masih tumbuh 6,9 persen (yoy), Desember 2025 turun menjadi 6,8 persen, kemudian 5,5 persen pada Januari 2026, 5 persen pada Februari 2026, dan 4,5 persen pada Maret 2026.

Pada April 2026 pertumbuhan KPR/KPA sempat naik sedikit menjadi 4,8 persen, tapi kemudian turun lagi menjadi 4,7 persen pada Mei 2026, 4,4 persen pada Juni 2026, 4,3 persen pada Juli 2026, dan 4,2 persen pada Agustus 2026.

Berita Terkait

Ekonomi

Airlangga: Ekonomi Kita Tetap Tangguh. Inflasi Terjaga, Manufaktur Ekspansi, Surplus Neraca Dagang Berlanjut

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis, Kamis (1/10/2026), menunjukkan, perekonomian...

Supaya Ekonomi 2027 Tumbuh Tinggi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program Penguatan Daya Beli

Perekonomian Indonesia terus diperkuat melalui berbagai kebijakan yang diarahkan...

Inflasi Dekati Kisaran Sasaran, BI Bilang Masih Terkendali

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi Indeks Harga Konsumen...

September Kepercayaan Industri Melandai, Tapi Masih di Fase Ekspansi

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada September 2026...

Berita Terkini