Penyaluran kredit perbankan terus meningkat. Pada Juli 2026, tumbh 13,58 persen (yoy) dibanding 12,67 persen (yoy) pada Juni 2026, menjadi Rp9.135 triliun, yang mengindikasikan makin bergairahhnya dunia usaha.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi masih mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 25,13 persen (yoy), diikuti kredit modal kerja 11,04 persen (yoy), dibanding 24,9 persen (yoy) dan 8,94 persen (yoy) pada Juni 2026, 20,81 persen (yoy) dan 4,52 persen (yoy) pada Desember 2025, serta 13,85 persen (yoy) dan 8,35 persen (yoy) pada Desember 2024.

Sementara kredit konsumsi masih terus menurun, pada Juli 2026 hanya tumbuh 5,38 persen (yoy), dibanding 5,75 persen (yoy) pada Juni 2026, 6,58 persen pada Desember 2025, dan 10,61 persen pada Desember 2024.

Kredit konsumsi (KPR, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Multiguna) terus mengendur, kredit buy now pay later serta pinjaman online atau daring (pinjol/pindar) terus tumbuh tinggi.

Baca juga: Kredit Investasi dan Modal Kerja Terus Melaju, Kredit Konsumsi Kian Lesu

Mengutip hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agustus 2026 yang dirilis pekan ini, per Juli 2026 baki debet paylater di perbankan sebagaimana dilaporkan dalam SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) mencapai Rp31,56 triliun (0,35 persen dari total kredit perbankan), tumbuh tinggi sebesar 31,22 persen (yoy) dibanding 33,54 persen (yoy) pada Juni 2026, dengan jumlah rekening mencapai 33,50 juta dibanding Juni 2026 sebanyak 32,77 juta.

Sedangkan pembiayaan paylater oleh perusahaan pembiayaan, tumbuh 54,65 persen (yoy) dibanding Juni 2026 sebesar 57,02 persen (yoy) menjadi Rp13,62 triliun, kredit bermasalah atau NPF gross turun tipis menjadi 3,03 persen dibanding Juni 2026 sebesar 3,09 persen.

Baca juga: Kredit Konsumsi Termasuk KPR Belum Juga Berlari

Sementara outstanding pinjol pada Juli 2026 tumbuh 24,76 persen (yoy) dibanding Juni 2026 sebesar 25,88 persen (yoy) menjadi Rp105,63 triliun, dengan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) makin tinggi di level 4,32 persen dibanding 4,26 persen pada Juni 2026.

Sama dengan paylater dan pinjol yang umumnya masih berupa kredit konsumsi, penyaluran pembiayaan gadai pada Juli 2026 juga tetap tumbuh tinggi, mencapai 50,73 persen (yoy) dibanding 54,47 persen (yoy) pada Juni 2026 menjadi Rp160,78 triliun, dengan pembiayaan terbesar disalurkan berupa produk gadai sebesar Rp136,39 triliun atau 84,83 persen dari total pembiayaan.