Kamis, September 10, 2026
HomeNewsEkonomiPenjualan Eceran Juli Meningkat Signifikan, Tapi Agustus Diprediksi Mengendur

Penjualan Eceran Juli Meningkat Signifikan, Tapi Agustus Diprediksi Mengendur

Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Juli 2026 yang dirilis, Kamis (10/9/2026), mengindikasikan peningkatan kinerja penjualan eceran.

Secara tahunan (yoy), Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 tercatat sebesar 224,9 atau tumbuh 1,1 persen, meningkat dari bulan sebelumnya yang terkontraksi (minus) 3,0 persen (yoy).

Sejumlah kelompok mendorong pertumbuhan kinerja penjualan pada periode laporan, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau (indeks 318,0; tumbuh 2,4 persen) dan kelompok barang lainnya (indeks 90,6; tumbuh 5,3 persen).

Selain itu, kelompok suku cadang dan aksesori masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,1 persen, dengan level indeks 148,9.

Sementara secara bulanan (mtm), kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 mencatat kontraksi sebesar 0,1 persen (mtm), menurun dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0,7 persen (mtm).

Kinerja penjualan eceran pada periode Juli 2026 secara bulanan, masih ditopang oleh kelompok barang budaya dan rekreasi, kelompok barang lainnya dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, yang masing-masing tumbuh
sebesar 9,6 persen, 8,4 persen dan 1,6 persen.

Penurunan secara bulanan pada Juli 2026, dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

Baca juga: Survei BI: Penjualan Eceran Juni Masih Terkontraksi, Juli Diperkirakan Membaik

Pada Agustus 2026, IPR diprakirakan masih tumbuh kendati menurun. Secara tahunan (yoy), IPR Agustus 2026 diprakirakan sebesar 224,6, atau tumbuh 0,5 persen (yoy) dibanding Juli sebesar 1,1 persen.

Kinerja penjualan tersebut terutama ditopang kelompok suku cadang dan aksesori (indeks 150,0; tumbuh 10,1 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau (indeks 317,6; tumbuh 0,7 persen).

Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami perbaikan kinerja meskipun masih dalam fase kontraksi,terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (indeks 70,1; terkontraksi 1,7 persen), serta kelompok barang budaya dan rekreasi (indeks 61,5; terkontraksi 1,2 persen).

Sedangkan secara bulanan (mtm), kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 diprakirakan relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok peralatan informasi dan komunikasi (2,5 persen), kelompok bahan bakar kendaraan bermotor (2,3 persen), dan kelompok suku cadang dan aksesori (0,8 persen), diprakirakan meningkat dan menopang kinerja penjualan, sejalan dengan tetap terjaganya permintaan pada periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.

Baca juga: Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Pada Oktober 2026 dan Januari 2027, responden memprakirakan penjualan eceran menurun. Tergambar dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Oktober 2026 yang turun menjadi 143,9, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 148,3.

IEP Januari 2027 juga diperkirakan turun menjadi 158,0, lebih rendah dibandingkan Desember 2026 sebesar 171,6. Responden menginformasikan, penurunan IEP Januari 2027 dipengaruhi oleh normalisasi pasca HBKN Natal.

Berita Terkait

Ekonomi

Semua Warga Ber-KTP Akan Dibuatkan Rekening Bank, Total Sekitar 200 Juta Warga

Pemerintah menargetkan program pembuatan rekening bank menyasar sekitar 200...

Walhi: Karhutla RI Setara Emisi Kuba Hingga Kazakhstan Setahun Penuh

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2026 ini...

Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Merangkak Naik

Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menurun selama 7...

Berita Terkini