Kamis, Mei 14, 2026
HomeBankBank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Bank Mandiri: Penjualan Eceran Tetap Akan Meningkat, Ditopang Liburan dan Belanja

Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran menurun pada April 2026. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 yang diprakirakan sebesar 231,0 atau terkontraksi -1,9 persen secara tahunan (yoy vs. 3,9 persen yoy Maret 2026).

IPR April 2026 didorong oleh penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang terkontraksi -2,1 persen, bahan bakar terkontraksi -2, persen, dan barang budaya -1,1 persen.

Dikutip dari laman Bank Mandiri Kamis (14/5), hal tersebut terindikasi dari IPR Maret 2026 yang sebesar 256,7 atau tumbuh 3,4 persen (vs. 6,5 persen yoy Februari 2026). Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori tumbuh 15,5 persen (yoy).

Kemudian barang budaya dan rekreasi tumbuh 14,8 persen (yoy), serta makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh 4,5 persen (yoy). Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3 persen (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm).

Baca juga: Daily Economic & Market Review Bank Mandiri: Ada Potensi Neraca Perdagangan Surplus

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga hingga enam bulan yang akan datang yaitu pada Juni 2026 dan September 2026 diperkirakan akan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Namun, Tim riset ekonomi Bank Mandiri memperkirakan, kinerja penjualan eceran tahun ini akan tumbuh solid, didukung konsumsi rumah tangga yang resilien. Peningkatan penjualan eceran pada 2026 didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat saat libur nasional serta banyaknya cuti bersama di sepanjang 2026.

Baca juga: Bank Mandiri: Pertumbuhan Penjualan Eceran Melambat

Namun demikian terdapat risiko ketidakpastian global yang dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar serta ekspektasi peningkatan inflasi yang dapat mempengaruhi penjualan eceran ke depan.

Di sisi lain, pemerintah terus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok dan memberikan stimulus sehingga dapat menopang daya beli masyarakat. Diperkirakan tingkat inflasi pada 2026 akan berada pada level 3,53 persen sementara pertumbuhan ekonomi pada 2026 akan tumbuh sebesar 5,2 persen.

Berita Terkait

Ekonomi

LPEM FEB UI Ragukan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Ini Alasannya

Peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal...

Ada Perang di Timur Tengah, WNI yang Melancong ke Luar Negeri Malah Naik Tinggi

Perang AS-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 melambungkan...

Berita Terkini