Jumat, Mei 1, 2026
HomeApartmentPengembang Masih Berhati-Hati Lansir Proyek Baru

Pengembang Masih Berhati-Hati Lansir Proyek Baru

Sudah satu kwartal berjalan tahun ini, belum terlihat gairah di bisnis properti. Peluncuran proyek baru, entah sekedar klaster atau menara baru atau benar-benar proyek baru, masih sangat sepi. Di greater Jakarta (Jabodetabek) misalnya, baru satu dua developer yang terdengar melansir proyek baru.

Contoh, pada April 2026 Familia Urban (Timah Properti) di Bekasi, memasarkan klaster baru Nawasena (1,4 ha/119 unit) untuk segmen menengah, dan Mitra Sinergi Development meluncurkan proyek perumahan kecil The Brawijaya (1,7 ha/175 unit) di Ciater, Tangerang Selatan, juga untuk segmen menengah.

Kedua perumahan tidak menyebutkan adanya dukungan perbankan seperti KPR terhadap proyeknya, yang mengindikasikan bank-bank juga masih belum cukup pede mendukung pengembangan proyek properti baru.

Candra Hadiqadriman, Direktur Timah Properti, mengakui pasar belum cukup kondusif, tapi ia tetap optimistis klaster Nawasena akan diserap pasar dengan baik kendati belum ada kerja sama resmi dengan perbankan dalam pembiayaan pemilikannya.

Alasannya rumah di Nawasena dikembangkan berkualitas dan harganya terjangkau kalangan muda yang menjadi targetnya. Selain itu pembelian rumah bisa memanfaatkan insentif free PPN 11 persen atau PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), karena Timah Properti akan menuntaskan pembangunan seluruh rumahnya hingga Oktober 2026.

Pendapat senada diutarakan Direktur Utama Mitra Sinergi Development Zufri Andi Surya. Dengan harga yang terjangkau kalangan muda, desain rumah berkelas (klasik Eropa), status tanah SHM, didukung skema buy back guarantee 100 persen bila rumah tidak terbangun, ia optimis semua rumah di The Brawijaya akan diserap pasar dalam dua tahun.

Baca juga: Biar Tahan Guncangan, Astra Property Bangun Bisnis di Atas 3 Pilar Terintegrasi

Menurut Wibowo Muljono, Presiden Direktur Astra Property, saat ini demand pasar memang belum cukup kuat, terlebih-lebih untuk apartemen, baik untuk end user maupun investor. Karena itu di pasar residensial, Astra Property untuk sementara fokus ke landed housing.

Kendati demikian, saat ini Astra Property sendiri belum akan melansir produk baru di proyek perumahan tapaknya. “Kita masih berhati-hati meluncurkan produk baru,” kata Wibowo dalam media gathering Astra Property “Delivering Growth, Legacy Continuous” di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Sempat ada diskusi di internal untuk melansir produk rumah tapak yang menyasar kalangan muda pembeli rumah pertama (first home buyer) di salah satu proyek perumahan Astra Property. Tapi, diskusi itu tidak dilanjutkan karena tidak selaras dengan fokus pasar Astra Property ke kalangan atas (upper).

“Konsumen kita umumnya upgrader, bukan first buyer. Karena itu expertise kita selama ini juga di segmen upper itu,” jelas Wibowo. Upgrader maksudnya, konsumen yang sudah naik kelas sosial dan menginginkan rumah yang lebih besar dan lebih tinggi kualitasnya.

Baca juga: Pasar Belum Cukup Kondusif, Familia Urban Tetap Optimistis Launching Klaster Baru

Tentang dampak gejolak global yang meningkatkan harga bahan bangunan dan lain-lain, ia menyatakan tidak berdampak terhadap proyek-proyek Astra Property, karena kontrak pembangunannya sudah diteken sampai September 2026. “Tapi, tahun depan bagaimana, memang harus kita antisipasi sejak sekarang,” ujar Wibowo.

Astra mengembangkan sejumlah apartemen dan perumahan di Jabodetabek, seperti Anandamaya, Arumaya, Asya, Ammaia, dan Altea BLVD, selain perkantoran serta yang terbaru pergudangan dan logistik. Penjualan apartemen dan perumahannya, sejauh ini diklaim Wibowo stabil, ditopang insentif PPN DTP karena semuanya sudah siap diserahterimakan.

Berita Terkait

Ekonomi

Kemenperin Bantah RI Alami Deindustrialisasi, Ini Alasannya

Kementerian Perindustrian (Kemnperin) membantah Indonesia mengalami deindustrialisasi, atau penurunan...

Pesanan dan Produksi Menurun, Ekspansi Manufaktur RI Makin Kendur

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada April masih...

Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Kementerian Perindustrian mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam...

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Berita Terkini