Rabu, April 29, 2026
HomeBahan BangunanKeuntungan Bangunan Green, dari Hemat Energi hingga Kenyamanan

Keuntungan Bangunan Green, dari Hemat Energi hingga Kenyamanan

Bangunan disebut menjadi penyumbang utama penggunaan energi hingga menghasilkan karbon. Konsep pengembangan green-sustainable menjadi mutlak diterapkan terlebih di iklim tropis Indonesia. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari konsep pembangunan ramah lingkungan.

Dikutip dari laman Propan Rabu (29/4), ada beberapa menfaat yang bisa langsung dirasakan dampaknya dengan bangunan yang ramah lingkungan. Propan merupakan pabrik cat (painting) lokal yang memiliki range produk yang luas.

Bangunan ramah lingkungan akan memberikan manfaat besar khususnya di iklim tropis Indonesia. Selain menghemat energi, pendekatan ini juga akan meningkatkan kualitas hidup penghuni. Berikut beberapa manfaatnya.

Efisiensi energi, dengan penggunaan desain pasif dan material hemat energi akan menurunkan konsumsi listrik. Karena itu gedung-gedung bersertifikat Greenship menunjukkan penghematan signifikan, contohnya Menara BCA yang menghemat listrik sekitar 35 persen.

Pengurangan emisi karbon, dengan konsumsi energi lebih rendah, emisi gas rumah kaca otomatis menurun. Sebagai hasilnya, bangunan hijau berkontribusi pada tujuan pengurangan jejak karbon nasional.

Baca juga: Di Properti Komersial Penerapan Konsep Hijau Langsung Berdampak, di Proyek Perumahan Belum

Kenyamanan termal di iklim tropis karena menggunakan material dan desain yang tepat akan bisa menjaga suhu dalam ruangan stabil sehingga kebutuhan pendinginan berkurang, dan kenyamanan penghuni meningkat.

Pengelolaan dan konservasi air melalui sistem hemat air menurunkan penggunaan air bersih. Misalnya, Sequis Center mencatat penghematan air sekitar 28,26 persen. Kualitas udara dalam ruangan dan kesehatan melalui perbaikan ventilasi dan filtrasi mengurangi polutan. Mengingat kualitas udara Jakarta pernah mencapai PM2.5 45,3 μg/m³, langkah ini menjadi krusial.

Pengurangan biaya operasional karena efisiensi energi dan air mengurangi biaya bulanan. Sebagai contoh, Pacific Place menurunkan biaya operasional hingga 25 persen. Selain itu, Teraskita mencatat penurunan biaya operasional sekitar 50 persen per tahun.

Baca juga: Sertifikat Hijau Makin Diminati, Jadi Standar Baru Pasar

Keuntungan lainnya ketahanan terhadap cuaca tropis dan pemeliharaan karena bahan tahan cuaca bisa mengurangi frekuensi perawatan. Dengan demikian risiko kerusakan akibat hujan dan UV dapat diminimalkan.

Kesimpulannya, manfaat bangunan ramah lingkungan meliputi efisiensi energi, pengurangan emisi, serta peningkatan kenyamanan termal dan kesehatan. Dengan kata lain, investasi awal dapat menghasilkan penghematan jangka panjang dan nilai tambah bagi properti.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Belanja Pemerintah Ngegas, Maret Uang Beredar Kembali Meningkat

Uang beredar adalah indikator aktivitas ekonomi. Kenaikan atau penurunan...

Program MBG Dipangkas, Pemerintah Hemat Anggaran Rp50 Triliun Lebih

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi...

Berita Terkini