Mei Masyarakat Banyak Belanja dan Kuras Tabungan, Cicilan Utang Meningkat
Pada Mei 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai untuk konsumsi (average propensity to consume ratio), menurut hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilansir pekan ini, tercatat sebesar 72,3 persen, stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 72,1 persen.
Nmaun, pada saat yang sama, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) meningkat menjadi 10,2 persen dibanding proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 9,7 persen.
Sementara proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) menurun menjadi 17,5 persen, dibanding proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 18,2 persen.
Baca juga: April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan
Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) menjadi 76,7 persen, dan kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) sebesar 72,2 persen, dibanding bulan sebelumnya sebesar 74,6 persen dan 70 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran lainnya (kaum menengah bawah/pengeluaran Rp2,1-3 juta, kaum menengah atas/pengeluaran Rp4,1-5 juta, dan kaum atas/pengeluaran >Rp5 juta) terindikasi menurun konsumsinya.
Sementara porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan utang meningkat tinggi pada kaum atas dari 10,9 persen menjadi 12,8 persen, dan kaum menengah atas dari 10,3 persen menjadi 10,7 persen.
Tiga kelompok pengeluaran lain menurun proporsi pembayaran cicilan utangnya, dengan penurunan tertinggi pada kaum bawah dari 8,2 persen menjadi 6,9 persen.