Rabu, Mei 13, 2026
HomeNewsEkonomiApril Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

April Konsumen Tahan Belanja, Perbanyak Tabungan

Survei Konsumen Bank Indonesia April 2026 yang dipublikasikan awal pekan ini mengungkapkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang dipakai untuk konsumsi (average propensity to consume ratio), tercatat sebesar 72,1 persen, relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 72,2 persen.

Sedangkan proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) mencapai 9,7 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen.

Sementara proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) mencapai 18,2 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 17,6 persen.

Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada kaum bawah (pengeluaran Rp1-2 juta) sebesar 74,6 persen, kaum menengah (pengeluaran Rp3,1-4 juta) 70,0 persen, dan kaum atas (pengeluaran >Rp5 juta) 69,9 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran lainnya terindikasi meningkat konsumsinya. Yaitu, kaum menengah bawah (pengeluaran Rp2,1-3 juta) sebesar 74,1 persen dari bulan sebelumnya 72,9 persen, dan kaum menengah atas (pengeluaran Rp4,1-5 juta) sebesar 71,1 persen dari Maret sebesar 71 persen.

Baca juga: Penjualan Eceran April Terkontraksi, Ekonomi Triwulan II Tidak Akan Tumbuh Lebih Tinggi

Sementara itu, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan utang, mengalami penurunan pada kaum menengah bawah (9,3 persen), kaum menengah atas (10,3 persen), dan kaum atas (10,9 persen).

Survei Konsumen BI selaras dengan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengungkapkan, gejolak geopolitik yang kian meningkatkan ketidakpastian, mendorong orang menahan konsumsi dan mempertebal tabungan untuk berjaga-jaga.

Tercermin dari kenaikan simpanan masyarakat di perbankan per akhir April 2026 yang meningkat 1,84 persen untuk saldo tabungan di bawah Rp100 juta, dan 21,6 persen untuk saldo di atas Rp5 miliar per rekening.

Menurut Kepala LPS Anggito Abimanyu, peningkatan saldo simpanan hingga 21,6 persen pada kelompok saldo di atas Rp5 miliar, karena pengaruh penempatan dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) pemerintah di bank-bank BUMN sebesar Rp200 triliun.

Baca juga: Menurun Optimisme Kaum Menengah ke Bawah Terhadap Kondisi Ekonomi

“Bila tanpa penempatan dana pemerintah, simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di atas Rp 5 miliar tumbuh di kisaran 9,6 persen,” katanya. Secara agregat pertumbuhan simpanan masyarakat di perbankan per Maret mencapai 13,57 persen.

Porsi simpanan di perbankan dengan saldo di bawah Rp100 juta mncapai 11,26 persen dari seluruh simpanan, sedangkan porsi simpanan di perbankan dengan saldo di atas Rp5 miliar mencapai 57,88 persen dari seluruh simpanan.

Berita Terkait

Ekonomi

Ada Perang di Timur Tengah, WNI yang Melancong ke Luar Negeri Malah Naik Tinggi

Perang AS-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 melambungkan...

Bank Mandiri Dorong Penguatan Eksosistem UMKM

Penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam...

Berita Terkini