Cadangan Devisa Kian Terpangkas untuk Jaga Rupiah, April Tinggal USD146,2 Miliar, Terendah Dalam 22 Bulan
Cadangan devisa RI terus merosot dalam 4 bulan terakhir. Pada akhir April 2026, Bank Indonesia melalui Direktur Komunikasi Ramdan Denny Prakoso melaporkan, Jumat (8/5/2026), cadangan devisa itu tinggal USD146,2 miliar.
Makin berkurang dibanding akhir Maret 2026 sebesar USD148,2 miliar, akhir Februari 2026 senilai USD151,9 miliar, dan akhir Januari 2026 sebesar USD154,6 miliar.
Sama seperti bulan-bulan sebelumnya, cadangan devisa April 2026 terpangkas untuk menjaga nilai tukar rupiah yang terus merosot selama kwartal pertama tahun ini, selain untuk membayar utang luar negeri pemerintah.
Pengurangan cadangan devisa lebih dalam tertahan oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond (surat utang global) oleh pemerintah.
Baca juga: 3 Bulan Cadangan Devisa Terkuras USD8,4 Miliar untuk Intervensi, Tapi Rupiah Makin Payah
Menurut Denny, kebijakan stabilisasi rupiah melalui intervensi valuta asing (USD) di pasar uang, merupakan respons BI terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat, yang membuat modal asing kabur dan rupiah terpuruk.
Kendati sudah menghabiskan banyak devisa, mencapai USD8,4 miliar selama Januari-April 2027, atau setara R[142 triliun dengan kurs Rp17.000, nilai tukar rupiah tetap melemah, pada penutupan perdagangan hari ini tercatat di level Rp17.382 per USD atau melemah 49 poin dibanding kemarin.
Menurut Denny, cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa itu masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” katanya.
Baca juga: Cadangan Devisa Catat Rekor Lagi, Tapi Rupiah Hanya Menguat Tipis
Cadangan devisa RI pada akhir April 2026, menurut catatan housingestate.id, merupakan yang terendah dalam 22 bulan terakhir. Pada Juli 2024 cadangan devisa tercatat sebesar USD145,4 miliar.
Setelah Juli 2024, cadangan devisa RI naik turun namun selalu di atas USD150 miliar atau sedikit di bawahnya, sebelum mencatat rekor tertinggi dalam sejarah nasional menjadi USD157,1 miliar pada akhir Maret 2025.
Sesudah itu itu cadangan devisa kembali berfluktuasi namun tidak pernah di bawah USD149 miliar, bahkan pada Desember 2025 kembali melonjak menjadi USD156,5 miliar dari USD150,1 miliar pada November 2025.