Rabu, April 29, 2026
HomeBerita PropertiColliers: Perkantoran dan Ritel, Penyewa Cari Ruang Lebih Kecil

Colliers: Perkantoran dan Ritel, Penyewa Cari Ruang Lebih Kecil

Quarterly Property Market Report Q1 2026 yang dirilis Colliers Indonesia pekan lalu menyimpulkan, adanya tanda-tanda perbaikan di sektor properti pada triwulan pertama 2026.

Untuk perkantoran sewa di Jakarta misalnya, pada triwulan perusahaan-perusahaan mulai aktif mengeksplorasi berbagai pilihan dan memperdalam pemahaman mengenai pasar perkantoran.

Sebagian besar masih pada tahap awal dalam menyesuaikan kebutuhan ruang dengan emilik gedung yang menawarkan paket harga sewa yang menarik.

“Perusahaan cenderung mencari ruang kantor yang lebih efisien, mencerminkan struktur organisasi yang makin ramping,” kata Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia.

Sementara bagi sebagian besar perusahaan multinasional, sertifikasi green building kian menjadi preferensi dan persyaratan dasar dalam setiap pencarian kantor.

Baca juga: Di Bisnis Properti Baru Perkantoran yang Gandrung Terapkan Konsep Hijau

Sebaliknya pemilik gedung, terutama bangunan baru dengan tingkat kekosongan yang relatif masih tinggi, makin fokus berupaya mendapatkan penyewa utama guna meningkatkan daya tarik gedung perkantorannya.

“Tahun ini, permintaan pasar mulai bergerak, didominasi peningkatan permintaan relokasi penyewa. Seiring mulai terbatasnya ruang kantor gedung premium, penyewa mulai mempertimbangkan gedung grade A sebagai alternatif yang menarik,” ujar Ferry.

Meskipun pasar masih berpihak pada penyewa akibat tingginya tingkat ruang yang kosong, selisih antara harga sewa yang ditawarkan dan transaksi, diperkirakan makin sempit.

Selain masih menawarkan berbagai insentif, fitur green building untuk meningkatkan daya tarik ruang yang ditawarkan, makin menjadi strategi pengembang dalam menarik penyewa.

Ritel
Sementara itu, pasar ritel di Jakarta & sekitarnya (Jabodetabek) terus menantang. Sektor makanan dan minuman (food & beverage), hiburan, aparel olahraga, dan produk kecantikan mencatat kinerja yang relatif baik.

Baca juga: Okupansi Pusat Belanja di Jakarta Menurun, Tapi Peritel Lokal dan Global Tetap Ramai Buka Gerai

Sebaliknya, sektor pakaian menghadapi tekanan yang cukup kuat, akibat meningkatnya persaingan dari pelaku UMKM serta perubahan perilaku konsumen, khususnya Generasi Z.

Kelompok ini cenderung lebih memilih berbelanja secara daring, dan mengalokasikan pengeluaran secara lebih selektif dengan fokus pada pengalaman dibandingkan pembelian produk bernilai besar.

Namun, generasi Z tetap menjadi kontributor utama tingkat kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan. Karena itu para retailer mulai menyesuaikan strategi ekspansi mereka.

“Sebagian besar lebih memilih membuka toko dengan ukuran lebih kecil dan efisien, mengambil jangka waktu sewa yang lebih pendek (sekitar 1–2 tahun), serta menutup gerai yang berkinerja buruk guna menjaga prestasi portofolio mereka,” jelas Ferry.

Baca juga: Tren Pusat Belanja, Makin Mengarah ke Retailtainment

Merek internasional yang masuk ke Indonesia, makin mengandalkan strategi berbasis data dan riset pasar yang mendalam, guna mensinergikan antara target konsumen dan mal yang tepat, sehingga pemilihan lokasi lebih presisi dan tepat sasaran.

Penyelenggaraan acara di mal, pop-up store, dan pameran tetap berperan penting dalam mendorong arus pengunjung, meskipun belanja pengunjung sering kali terkonsentrasi di area pameran dibandingkan di toko reguler.

Baca juga: Strategi Ritel Bertahan di Tengah Perubahan Preferensi Konsumen

Di tengah persaingan yang semakin ketat, keunikan dan kualitas produk menjadi faktor yang makin penting agar tetap kompetitif.

“Secara keseluruhan, kendati pasar ritel menghadapi tantangan, sektor-sektor yang mampu beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, ekosistem digital, didukung strategi yang lebih berorientasi pada efisiensi, menunjukkan tingkat ketahanan yang relatif lebih baik,” tutup Ferry.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Belanja Pemerintah Ngegas, Maret Uang Beredar Kembali Meningkat

Uang beredar adalah indikator aktivitas ekonomi. Kenaikan atau penurunan...

Program MBG Dipangkas, Pemerintah Hemat Anggaran Rp50 Triliun Lebih

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi...

Berita Terkini