Saat Tarif Khusus Rp1, MRT Jakarta Angkut 198.728 Penumpang
MRT Jakarta mencatatkan 198.728 pelanggan menggunakan layanan MRT saat penerapan tarif khusus Rp1 dalam peringatan Hari Angkutan Nasional 2026 akhir pekan lalu. Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja di atas 150-160 ribu pelanggan per hari, bahkan hampir mencapai 200 ribu pelanggan, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays.
Dikutip dari laman resminya Selasa (28/4), penerapan tarif khusus ini diharapkan dapat mendorong peningkatan angka keterangkutan (ridership) transportasi publik. Pada penerapan tersebut, relasi perjalanan favorit menunjukkan perjalanan Stasiun Dukuh Atas BNI dan Blok M BCA.
Relasi favorit tersebut menunjukkan bahwa Dukuh Atas yang telah tumbuh sebagai kawasan transit integrasi antarmoda dari luar Jakarta menuju kawasan Blok M yang tumbuh sebagai pusat kegiatan masyarakat perkotaan. Sebuah bukti nyata dampak pengembangan kawasan berbasis transit dengan stasiun MRT sebagai pusatnya.
Untuk menaikkan angka keterangkutan, MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.
Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.
Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 27 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.
Baca juga: Rata-rata Pengguna MRT Capai 150 Ribuan per Hari, Tengok Dampaknya untuk Perkotaan
Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional Ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 6 dan berakhir pada pukul 24.00, menjadi pukul 5 hingga 24.00 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta.
Penambahan jam operasional pun dilakukan saat penyelenggaraan event dengan massa yang besar di sepanjang jalur MRT Jakarta seperti festival seni budaya atau perayaan pergantian tahun baru.
Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital oleh masyarakat, pengguna jasa MRT Jakarta dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan, menggunakan poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, bahkan menonton film dan bermain gim ponsel.
Baca juga: MRT Jakarta Gandeng Shenzhen Metro Kembangkan Kawasan Berorientasi Transit
Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta. Pembelian tiket rombongan (maksimal lima tiket per akun) melalui aplikasi di ponsel berbasis android pun dapat dilakukan sehingga memudahkan bagi pelanggan rombongan untuk bepergian.
MRT Jakarta juga menyediakan mesin top up uang elektronik keluaran bank di setiap stasiun. Inovasi melalui mesin tiket kertas kode QR juga disediakan untuk memudahkan masyarakat saat membeli tiket. Pengguna dapat memesan, membayar, dan mencetak tiket kertas melalui alat mobile yang dibawa oleh petugas stasiun saat kondisi sedang ramai.