Selasa, Juni 30, 2026
HomeApartmentPengembangan Rusun di Lahan Hibah Meikarta Tidak Pakai APBN, Full Danantara

Pengembangan Rusun di Lahan Hibah Meikarta Tidak Pakai APBN, Full Danantara

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, lahan hibah di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, dari Lippo Group akan dikembangkan menjadi rumah susun (rusun) bersubsidi tanpa menggunakan anggaran negara (APBN).

Lahan seluas 30 hektare (ha) itu akan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai penyertaan modal negara (PMN), melalui proses bisnis tanpa membebani APBN.

Selain itu pemerintah juga tidak akan memungut pajak dari hibah lahan tersebut. Menkeu akan memastikan bawahannya di jajaran ditjen pajak tidak akan memungut pajak hibahnya.

“Lahan hibah dari Lippo Group ini akan dikelola untuk mendukung Program 3 Juta Rumah. Program ini hadir untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak ,” kata Purbaya dalam sambutannya usai Penandatanganan Komitmen Penyerahan Hibah Tanah itu di Jakarta, Senin (29/6/2026), dikutip dari keterangan Kemenkeu.

Menkeu Purbaya menambahkan, Kementerian Keuangan akan mempercepat penyelesaian berbagai tahapan administrasi dan koordinasi lintas kementerian/lembaga terkait lahan hibah tersebut, agar dapat segera dimanfaatkan untuk pembangunan rusun subsidi.

“Setiap ada proyek yang menguntungkan masyarakat dan negara, pasti akan kami percepat (proses penyelesaian administrasinya),” ujar Menkeu.

Prosesi hibah dilakukan pendiri dan Chairman Lippo Group Mochtar Riady dan CEO James T Riady serta jajaran direksi dan komisaris PT Lippo Cikarang Tbk, kepada negara diwakili Menkeu, untuk selanjutnya oleh Menkeu Purbaya diteruskan kepada Danantara cq CEO Rosan Roeslani.

Hadir dalam prosesi hibah itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kepala BPKP Yusuf Ateh, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.

Menteri PKP menyebutkan, lahan hibah akan dimanfaatkan untuk membangun sekitar 141 ribu unit rusun subsidi tipe 1 kamar tidur (KT) sampai 3KT seluas 21-45 m2.

Proses hibah telah melalui berbagai tahapan pengawasan dan konsultasi dengan aparat penegak hukum, untuk memastikan seluruhnya berjalan sesuai ketentuan.

“Tata kelola hibah lahan ini diawasi Kejaksaan Agung dan BPKP, serta telah dikonsultasikan dengan KPK. Hasilnya dinyatakan clear and clean, sehingga hari ini kita dapat melaksanakan penandatanganan komitmen hibah,” katanya dikutip dari keterangan Kementerian PKP.

Baca juga: Resmi, Lippo Hibahkan Lahan 30 Hektar di Meikarta ke Negara

Menteri Maruarar menyampaikan apresiasi kepada BPI Danantara yang akan mendukung pembangunan sekaligus pembiayaan proyek rusun subsidi di atas lahan hibah di Meikarta tersebut.

Sementara CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan kesiapan Danantara menjalankan amanah pemerintah dalam mengelola aset hibah itu, melalui pembangunan rumah susun bersubsidi.

“Hibah lahan ini akan memberikan manfaat yang luar biasa, karena akan dipakai untuk pembangunan 141 ribu unit rusun bagi MBR. Kalau dikalikan 3-4 orang (per unit rusun), berarti bisa menampung 500.000 sampai 600.000 jiwa. Jadi, dampaknya sangat, sangat signifikan,” jelas Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi itu.

Pendiri Lippo Group Mochtar Riady mengungkapkan, keputusan menghibahkan lahan 30 ha di Meikarta berawal dari diskusinya dengan sang anak James Riady mengenai besarnya tantangan penyediaan perumahan di Indonesia, khususnya terkait keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.

Dari diskusi itu, Lippo Group berinisiatif memberikan kontribusi nyata melalui hibah lahan di kawasan Meikarta.

“Beberapa bulan lalu James menyampaikan, bangsa kita masih menghadapi kekurangan perumahan dan salah satu tantangan utamanya adalah penyediaan lahan. Kami ingin memberikan sumbangsih kepada negara, sehingga lahirlah komitmen menghibahkan lahan Meikarta seluas 30 hektare,” tutur Mochtar Riady.

Baca juga: Cicilan Apartemen Subsidi Meikarta Tipe 1 Kamar Rp1,3 Jutaan

Ia menambahkan, pembangunan perumahan memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian nasional, karena mampu menggerakkan berbagai sektor industri sekaligus membantu mengurangi kemiskinan.

“Saya meyakini pembangunan perumahan merupakan salah satu motor penggerak ekonomi. Banyak industri yang ikut bergerak ketika sektor perumahan berkembang. Karena itu saya sangat gembira Presiden memberikan perhatian besar pada sektor ini, dan kami berharap kontribusi ini dapat membantu pemerintah menyediakan lebih banyak rumah bagi masyarakat,” tutupnya dikutip dari keterangan Kementerian PKP.

Berbagai pihak yang terlibat dalam penandatanganan komitmen hibah lahan berharap, langkah Lippo Group menjadi tonggak baru dalam memperkuat keterlibatan sektor swasta untuk mendukung penyediaan perumahan bagi MBR.

Komitmen Lippo Group diharapkan menjadi contoh nyata sekaligus menginspirasi pihak swasta lainnya, untuk turut berpartisipasi melalui penyediaan lahan, dukungan pembiayaan, dan berbagai bentuk kolaborasi lainnya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini