Rabu, Juni 24, 2026
HomeBerita PropertiSemester I Realisasi KPR FLPP Capai 103.003 Unit dari Target 350.000 Unit

Semester I Realisasi KPR FLPP Capai 103.003 Unit dari Target 350.000 Unit

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho melaporkan, realisasi penyaluran subsidi pemilikan rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 23 Juni 2026, mencapai 81.286 unit, ditambah 21.735 unit rumah yang sudah akad kredit, sehingga total menjadi 103.003 unit. Heru menyampaikan hal itu mendalam Rapat Komite Tapera di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Rapat dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKPK) Maruarar Sirait selaku Ketua Komite Tapera, serta anggota Komite Tapera: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, unsur profesional Eko Djoeli Heripoerwanto, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho serta para deputi komiioner. Tidak hadir anggota Komite Tapera dari unsur OJK.

Dengan capaian tersebut, berarti hingga akhir semester pertama tahun ini, realisasi penyaluran FLPP baru 29 persen. Tahun ini kuota penyaluran FLPP ditetapkan 285.000 unit senilai Rp37,1 triliun, yang bisa langsung diperluas hingga 350.000 unit atau sama dengan target tahun lalu.

Tahun lalu dari target 350.000 unit, realisasinya mencapai 278.868 unit senilai Rp34,62 triliun, atau sekitar 80 persen dari target dan menjadi realisasi tertinggi sepanjang 10 tahun penyaluran FLPP.

Baca juga: Fix Realisasi FLPP 2025 Capai 278.868 Unit. Seluruhnya untuk Rumah Tapak, Rusun Hanya 3 Unit

Untuk mencapai target penyaluran FLPP untuk 350.000 unit rumah tahun ini, Komisioner Heru menyatakan, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah percepatan.

Dari sisi permintaan (konsumen), BP Tapera memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan serikat pekerja, diiringi kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye bersama perbankan dan pengembang.

Dari sisi pasokan (developer), BP Tapera meningkatkan koordinasi dengan asosiasi pengembang, serta memperkuat sinkronisasi data kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca juga: Menteri PKP: Tahun Depan Target Penyaluran FLPP Harus Tercapai

Melalui berbagai terobosan tersebut, Komisioner BP Tapera optimistis makin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Sebelumnya Komisioner Heru menyatakan, permintaan rumah subsidi tetap tinggi, namun suplai rumahnya terbatas, antara lain karena persoalan perizinan lahan terkait kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Berita Terkait

Ekonomi

Opini: Nasib Konsumen Saat Listrik, BBM, Dolar Naik

Oleh: Sara Adiza Nursyahbani, Humas dan Pengembangan Bisnis Yayasan...

Pemerintah China Restui Penjualan Obligasi RI Panda Bond di China

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan kuat...

Presiden Minta Bank-Bank Milik Negara Jangan Cuma Cari Untung

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan...

Berita Terkini