Jumat, Juli 10, 2026
HomeApartmentPelemahan Rupiah Menguntungkan Sektor Serviced Apartment, Kok Bisa?

Pelemahan Rupiah Menguntungkan Sektor Serviced Apartment, Kok Bisa?

Kurs dolar Amerika yang terus menguat atau kurs rupiah yang melemah telah memberikan dampak pada berbagai sektor bisnis. Di sisi lain, situasi melemahnya nilai tukar rupiah khususnya terhadap dolar tidak juga merugikan bagi sektor-sektor tertentu bahkan memunculkan peluang baru.

Menurut Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah telah membuka peluang untuk sektor tertentu khususnya pada segmen hunian ekspatriat di Indonesia seperti service apartment ataupun hunian sewa premium.

“Kalangan ekspatriat ini gajinya makin meningkat karena nilainya yang meningkat terhadap rupiah. Di sisi lain, untuk sewa hunian menjadi lebih murah karena dihitung berdasarkan kurs rupiah,” ujarnya saat paparan Perkembangan Sektor Properti Q2 2026 secara online pekan ini.

Untuk segmen serviced apartmen dan hunian premium oleh warga negara asing terus mengalami peningkatan karena daya beli kalangan ini yang menguat. Hal ini membuat para pengusaha properti ataupun landlord menghentikan strategi banting harga ataupun diskon jor-joran.

Baca juga: Colliers: Pasar Apartemen Service Makin Membaik

Terus membaiknya segmen ini membuat rata-rata sewa mencapai 60 persen dan situasi ini membuat kalangan operator fokus pada optimasi inventori yang ada. Pelemahan rupiah juga memperluas daya beli penyewa korporat dan dengan harga yang sama meminta untuk upgrade unit. Segmen ini situasi sewanya stabil dan kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

Selain itu dengan pelemahan rupiah, kalangan ekspatriat cenderung mengambil opsi sewa jangka panjang karena lebih menguntungkan. Untuk kalangan ekspatriat yang menyewa masih mayoritasnya masih dari ekspansi kalangan perusahaan asing di sektor oil & gas yang akhirnya mendorong permintaan hunian ekspatriat.

Baca juga: Apartemen: Pasar Masih Payah, Perang Pula di Timur Tengah

Ekspansi perusahaan oil, gas, dan mining juga mendorong jumlah tenaga kerja asing di Jakarta. Akhirnya permintaan hunian segmen ini bukan lagi soal harga tapi lokasi, unit yang full furnished dan amenities menjadi faktor utama.

“Pelemahan kurs rupiah yang menguntungkan bagi segmen ini terus mendorong permintaan hunian premium. Jadi selain yang dicari unit yang menawarkan fasilitas lebih, lokasi, dan untuk serviced apartment yang dicari juga akhirnya unit yang lebih luas, sekali lagi karena nilai tukar yang membuat anggaran hunian jadi lebih menguntungkan bagi segmen ini,” beber Ferry.

Berita Terkait

Ekonomi

Berita Terkini