Kamis, Juli 9, 2026
HomeBerita PropertiJuni 2026 Pengguna MRT Jakarta Capai Lebih 4,5 Juta

Juni 2026 Pengguna MRT Jakarta Capai Lebih 4,5 Juta

Pengguna MRT Jakarta terus meningkat dan sepanjang bulan Juni 2026 sebanyak 4.509.047 pelanggan menggunakan layanan transportasi publik ini. Pada bulan tersebut, tercatat rata-rata 150.302 pelanggan menggunakan MRT setiap hari.

Pada hari kerja Senin-Jumat, rata-rata 167.975 pelanggan naik MRT dan rata-rata 114.955 pelanggan pada akhir pekan Sabtu-Minggu. Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja mencapai 150-170 ribu pelanggan per hari yang menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat weekdays.

Dikutip dari laman resmi MRT Jakarta Rabu (8/7), pada Juni juga Stasiun Dukuh Atas BNI melayani hingga 780.918 pelanggan, diikuti oleh Stasiun Blok M BCA dengan 518.420 pelanggan. Sedangkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dan Lebak Bulus BSI mencatatkan masing-masing 482.116 dan 470.811 pelanggan.

Data pada Juni 2026 ini juga menujukkan relasi favorit pelanggan pada perjalanan Stasiun Dukuh Atas BNI dan Blok M BCA. Kedua stasiun ini merupakan stasiun yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lain serta bangunan di sekitarnya. Selain integrasi, tingginya penggunaan stasiun tersebut juga dipengaruhi oleh transit mitra feeder, dan program gaya hidup dan event.

Selain itu, relasi favorit tersebut menunjukkan bahwa Dukuh Atas yang telah tumbuh sebagai kawasan transit integrasi antarmoda dari luar Jakarta dan kawasan Blok M yang tumbuh sebagai pusat kegiatan masyarakat perkotaan menarik masyarakat untuk berkunjung.

Baca juga: Saat Tarif Rp1, Lebih dari 567 Ribu Orang Naik MRT

Untuk menaikkan angka keterangkutan, PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerja sama dengan berbagai pihak terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.

Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.

Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 25 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.

Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional Ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 6 dan berakhir pada pukul 24.00, menjadi pukul 5 hingga 24.00 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta.

Baca juga: April 2026 MRT Angkut 4,3 Jutaan Penumpang, Stasiun Dukuh Atas Tertinggi

Penambahan jam operasional pun dilakukan saat penyelenggaraan event dengan massa yang besar di sepanjang jalur MRT Jakarta seperti festival seni budaya atau perayaan pergantian tahun baru.

Sebagai bagian dari inovasi dan mengikuti tren digital oleh masyarakat, pengguna jasa MRT Jakarta dapat menggunakan aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar untuk membeli tiket perjalanan, menggunakan poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, bahkan menonton film dan bermain gim ponsel. Seluruh fitur gaya hidup ini bertujuan untuk memberikan pengalaman penuh kepada pelanggan saat menggunakan layanan MRT Jakarta.

Berita Terkait

Ekonomi

Menteri Nusron: Mulai Awal Agustus 2026 Layanan Pengukuran Tanah Maksimal 12 Hari

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan...

Bank Mandiri Dorong Emak-Emak Jadi Pengusaha

Untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Bank...

Setiap Tahun BPN Layani 8,4 Juta Berkas Pertanahan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan...

Berita Terkini