Kuartal I 2026 BSDE Bukukan Pendapatan Rp2,37 Triliun
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) anggota kelompok usaha Sinar Mas Land (SML), membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,37 triliun pada kuartal pertama 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan penjualan (development revenue) dari segmen komersial serta pendapatan berulang (recurring revenue) yang menunjukkan tren positif.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, BSDE juga mencatat laba kotor sebesar Rp1,58 triliun dengan marjin laba kotor meningkat menjadi 67 persen dibandingkan 63 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. BSDE juga berhasil meningkatkan marjin laba usaha menjadi 24 persen dari tahun sebelumnya 22 persen yang mencerminkan keberhasilan dalam menjaga efisiensi operasional melalui pengendalian biaya umum dan administrasi.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, kinerja awal tahun menunjukkan fundamental bisnis yang tetap solid dengan komposisi pendapatan yang semakin seimbang dan memperlihatkan kemampuan BSDE dalam menjaga kualitas pendapatan usaha melalui diversifikasi sumber pendapatan.
“Pertumbuhan pendapatan penjualan pada segmen komersial serta pendapatan berulang berhasil memberikan penopang terhadap kinerja perusahaan. Kontribusi terbesar masih dari pendapatan penjualan (development revenue) yang mencapai 80 persen dari total pendapatan usaha sementara 20 persen lainnya dari pendapatan berulang (recurring revenue),” ujarnya melalui siaran pers Selasa (7/7).
Bila dirinci, development revenue dari segmen komersial meningkat 14 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp743 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp650 miliar. Pencapaian ini berasal dari pengakuan penjualan ruko seperti West Village, Delrey Business Townhouse dan Cascade Studio Loft di BSD City.
Baca juga: BSDE Realistis, Pasar Belum Kondusif, Patok Target Marketing Sales 2026 Sama dengan 2025
Di sisi lain, recurring revenue tumbuh 20 persen (yoy) menjadi Rp481 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp402 miliar. Ini didukung oleh peningkatan pendapatan sewa, pengelolaan gedung, telekomunikasi, hotel, arena rekreasi serta jalan tol. Pendapatan sewa sendiri meningkat 22 persen menjadi Rp283 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp233 miliar.
Pertumbuhan berasal dari penyewaan ruang kantor maupun pusat perbelanjaan. BSDE saat ini mengelola area perkantoran di bilangan Thamrin dan Sudirman termasuk BSD Green Office Park dan Digital Hub di BSD City, serta mengelola area ritel di DP Mall Semarang, Aeon Mall Southgate, serta The Breeze dan Q-Biq di BSD City.
Sepanjang kuartal pertama 2026, jumlah aset meningkat menjadi Rp80,13 triliun, naik sekitar 1 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp79,27 triliun, dengan posisi kas dan setara kas mencapai Rp9,76 triliun.
BSDE juga mencatat persediaan sebesar Rp18,67 triliun serta didukung oleh landbank yang tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang. Struktur permodalan juga tetap berada pada level yang sehat dengan Gross Debt-to-Equity sebesar 33 persen dan Net Debt-to-Equity Ratio (DER) sebesar 11,7 persen, memberikan ruang yang memadai bagi BSDE untuk mendukung ekspansi usaha di masa mendatang.
Selain itu, BSDE mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp1,84 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk akuisisi lahan senilai Rp1,45 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat pipeline pengembangan proyek-proyek masa depan.
Baca juga: Penjualan Unit-Kaveling-Strata Title Jadi Kontributor Terbesar Pendapatan BSDE
BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti nasional yang didukung oleh kebutuhan hunian yang masih tinggi, pertumbuhan kawasan terpadu, serta kontribusi pendapatan berulang yang semakin kuat.
“Kami percaya bahwa fundamental yang kuat, didukung oleh cadangan lahan strategis, proyek-proyek unggulan, serta kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan usaha secara berkesinambungan. Ke depan kami akan terus mengedepankan inovasi, efisiensi operasional dan pengembangan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan, investor, serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Hermawan.