Mei Jumlah WNI yang Melancong ke Luar Negeri Makin Menurun
Penurunan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang melancong ke luar negeri berlanjut pada Mei 2026. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilansir pekan lalu, sepanjang Januari-Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri mencapai 3,69 juta perjalanan. Menurun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (ctc).
Selama Mei 2026 saja, jumlah perjalanan wisnas mencapai 550,38 ribu perjalanan, atau merosot 14,49 persen dibandingkan April 2026 (mtm), dan turun 6,05 persen dibandingkan Mei 2025 (yoy).
Penurunan sudah berlangsung sejak April 2026. Saat itu, jumlah perjalanan wisnas mencapai 643,66 ribu perjalanan, merosot 18,85 persen dibandingkan Maret 2026 (mtm), dan anjlok 30,54 persen dibandingkan April 2025 (yoy).
BPS tidak menyebut penyebab terus menurunnya jumlah WNI yang pelesiran ke luar negeri itu. Tapi, konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 yang melambungkan harga minyak dunia, serta pelemahan signifikan nilai tukar rupiah hampir bisa dipastikan menjadi salah satu penyebab utamanya.
Tercermin dari jumlah wisnas yang menumpang pesawat udara (moda transportasi utama wisnas ke luar negeri) sebesar 417,22 ribu pada Mei 2026, turun 8,15 persen dibandingkan Mei 2025 (yoy) dan merosot 20,24 persen dibandingkan April 2026 (mtm).
Baca juga: Rupiah Terpuruk, Orang Indonesia Mulai Kurangi Pelesiran ke Luar Negeri
Lonjakan harga minyak dunia telah melambungkan harga avtur, bahan bakar pesawat udara, yang selanjutnya membuat harga tiket pesawat naik tinggi. Kenaikannya kian tinggi bagi wisnas, menyusul merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan mata uang mitra dagang lainnya.
Pelesiran wisnas sendiri masih ke negara-negara itu ke itu juga pada mei 2026. Yaitu, negara-negara di kawasan ASEAN dengan Malaysia menjadi negara tujuan utama (31,81 persen). Diikuti Singapura, Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, Thailand, Timor Leste, Korea Selatan, Kamboja, dan Vietnam.
Singapura dan Tiongkok masing-masing menyumbang 14,70 persen dan 9,97 persen dari total perjalanan wisnas ke luar negeri, sehingga menempati posisi kedua dan ketiga setelah Malaysia.