Minggu, Juli 5, 2026
HomeNewsEkonomiTiket Pesawat Kian Mahal, Tapi Kunjungan Turis Asing Tetap Meningkat

Tiket Pesawat Kian Mahal, Tapi Kunjungan Turis Asing Tetap Meningkat

Kenaikan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu yang melambungkan tiket pesawat udara, tidak menyurutkan minat wisatawan mancanegara (wisman) plesiran ke Indonesia.

Sebaliknya kunjungan turis asing malah meningkat makin tinggi. Ditengarai karena pada saat bersamaan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap hampir semua mata uang negara kuat, bukan hanya dolar AS, termasuk mata uang beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pekan ini, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan. Meningkat 10,69 persen dibandingkan April 2026 (mtm), dan naik 5,83 persen dibandingkan Mei 2025 (yoy).

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari-Mei 2026 mencapai 6,07 juta, meningkat 7,68 persen dibanding periode yang sama 2025 (ctc).

BPS menyebut, jumlah kunjungan wisman berfluktuasi selama Januari-Mei 2026. Pada Januari 2026 mencapai 1,19 juta kunjungan, kemudian turun menjadi 1,16 juta pada Februari dan 1,09 juta pada Maret, sebelum naik lagi menjadi 1,25 juta pada April dan 1,38 juta pada Mei 2026.

Baca juga: Kunjungan Wisman ke RI Terus Naik, Tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Malaysia, Thailand dan Vietnam

Sebagian besar (lebih dari 80 persen) kunjungan wisman menggunakan pesawat udara, terutama melalui Bandar Udara Spoekarno Hatta di Tangerang (Banten), dan I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali. Sisanya melalui laut terutama di Kepulauan Riau, ditambah lewat jaluir darat di perbatasan.

Secara tahunan (yoy), sebagian besar kelompok wisman mengalami peningkatan kunjungan pada Mei 2026. Terbesar wisman asal ASEAN sebesar 11,06 persen, diikuti wisman asal Timur Tengah 5,67 persen, dan wisman Asia selain ASEAN 5,37 persen. Yang menurun hanya wisman asal Eropa sebesar 5,91 persen.

Secara bulanan (mtm) juga demikian. Sebagian besar kelompok wisman meningkat jumlah kunjungannya. Tertinggi wisman asal Timur Tengah sebesar 74,57 persen, diikuti wisman asal ASEAN 23,24 persen, dan Asia selain ASEAN 4,41 persen. Sementara penurunan terdalam tercatat pada wisman asal Amerika sebesar 4,65 persen.

Baca juga: Dolar AS Perkasa, Kunjungan Turis Asing Meninggi

Kunjungan wisman asal Malaysia masih tercatat sebagai yang terbesar pada Mei 2026, mencapai 298,21 ribu kunjungan (21,58 persen). Diikuti wisman Australia 155,03 ribu kunjungan (11,22 persen), Singapura 136,74 ribu kunjungan (9,89 persen), dan Tiongkok 125,46 ribu kunjungan (9,08 persen).

Rata-rata lama tinggal wisman selama di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 10,14 malam. Lama tinggal wisman asal ASEAN paling singkat 4,15 malam, sedangkan wisman asal Eropa paling lama 18,01 malam.

Berita Terkait

Ekonomi

Menengok Dampak Pembangunan IKN yang Bikin Ekonomi Kawasan Tumbuh Hampir 20 Persen

Kajian dampak ekonomi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) periode...

Perlindungan-Pengembangan UMKM di Hari UMKM Internasional

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan perhatian besar...

Beda dengan PMI Manufaktur, Kemenperin Bilang IKI Juni 2026 Tetap di Fase Ekspansi

Meskipun menghadapi tantangan dari sisi produksi dan permintaan selama...

Melawan Darurat Sampah

Saat ini kita telah memasuki situasi darurat sampah. Untuk...

Berita Terkini