Kunjungan Wisman ke RI Terus Naik, Tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Malaysia, Thailand dan Vietnam
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan awal pekan ini, jumlah kunjungan turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan.
Turun 6,17 persen secara bulanan (mtm) dibandingkan Februari 2026, namun meningkat 10,50 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan Maret 2025.
Secara kumulatif, wisman yang masuk ke RI sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai 3,44 juta, meningkat 8,62 persen dibanding periode yang sama 2025 (ctc), atau mencatat angka tertinggi sejak 2020 saat merebaknya pandemi Covid-19.
Menurut BPS, kunjungan wisman cenderung menurun dari Januari hingga Maret 2026. Pada Januari jumlahnya mencapai 1,19 juta kedatangan, lalu turun menjadi 1,16 juta pada Februari, dan 1,09 juta pada Maret.
Secara tahunan, kunjungan wisman dari sebagian besar kelompok kebangsaan meningkat, dengan kunjungan wisman dari Oseania menimgkat paling tinggi sebesar 19,32 persen, diikuti wisman asal ASEAN 18,84 persen
dan wisman asal Asia selain ASEAN 8,03 persen. Sedangkan kunjungan wisman dari Timur Tengah dan Eropa menurun 9,51 dan 8,50 persen.
Sebaliknya secara bulanan, kunjungan wisman menurun pada sebagian besar kelompok kebangsaan. Terdalam pada kelompok kebangsaan Asia selain ASEAN sebesar 24,53 persen, diikuti Afrika 15,17 persen.
Baca juga: Konflik Timur Tengah, RI Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisman dan Devisa Rp184,8 Miliar Per Hari
Sementara kunjungan beberapa kelompok kebangsaan lain meningkat, dengan kenaikan tertinggi pada wisman asal Amerika sebesar 19,24 persen, diikuti Oseania 18,00 persen.
Wisman yang datang ke Indonesia masih didominasi turis berkebangsaan itu ke itu juga. Yaitu, Malaysia sebanyak 186,53 ribu kunjungan (17,14 persen), Australia 130,72 ribu kunjungan (12,01 persen), Singapura 102,82 ribu kunjungan (9,45 persen), dan Tiongkok 95,95 ribu kunjungan (8,82 persen).
Rata-rata wisman yang datang pada Maret 2026 menghabiskan waktu selama 11,14 malam di Indonesia, dengan rata-rata pengeluaran per kunjungan selama triwulan I 2026 mencapai USD1.345,61 atau sekitar Rp23 juta dengan kurs Rp17.300, meningkat dibandingkan triwulan IV 2025.
Rata-rata lama tinggal wisman secara triwulanan juga meningkat, dari 9,74 malam pada triwulan IV 2025 menjadi 10,83 malam pada triwulan I 2026.
Baca juga: Setiap Hari Penumpang Whoosh asal Malaysia Capai 750-1.000 Orang
Kalah jauh
Kendati kunjungan wisman ke RI terus meningkat, jumlahnya masih tetap kalah jauh dibanding negara tetangga di ASEAN. Tahun ini Indonesia menargetkan kunjungan wisman 18 juta dibanding realisasi tahun lalu sekitar 15 juta kunjungan.
Malaysia misalnya, yang penduduknya paling banyak mengunjungi Indonesia, pada triwulan I 2026 mencatat kunjungan turis asing 10,6 juta, naik 5 persen secara tahunan, seperti dikutip CNN Indonesia.
Di bawah Malaysia ada Thailand yang mencatat 9,3 juta kunjungan turis asing selama periode yang sama, atau naik tipis 2,3 persen secara tahunan, dan Vietnam dengan 6,76 juta wisatawan atau tumbuh 12 persen secara tahunan.
Baca juga: Tidak Hanya Whoosh, Turis Asing Juga Makin Demen Naik Kereta Api
Tahun lalu, kunjungan wisman ke Malaysia memecahkan rekor, mencapai 42,2 juta. Tahun ini pemerintah Malaysia memasang target ambisius, dikunjungi 47 juta turis asing.
Indonesia tidak kekurangan destinasi menarik untuk dikunjungi wisman di luar Bali, Lombok dan NTT, serta Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta.
Tapi, kendala infrastruktur karena wilayah yang jauh lebih luas dan destinasi yang tersebar di banyak titik yang berjauhan, membuat biaya kunjungan jauh lebih mahal dan menjadi kendala kunjungan turis asing lebih banyak.