Menkeu: Kita Sudah Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Menteri Keuangan (Mnekeu) Purbaya Yudhi Sadewa sumringah, karena perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang solid pada triwulan I 2026 dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,61 persen (year-on-year).
Menurut dia, capaian tersebut menandai akselerasi dibandingkan periode sebelumnya dan memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlanjut.
“Pertumbuhan itu tidak hanya memenuhi target, tapi juga menunjukkan tren perbaikan yang konsisten. Di tengah tekanan perekonomian global yang tidak menentu, kita masih bisa tumbuh 5,61 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan empat 2025 yang 5,39 persen,” kata Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Purbaya berbicara didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara dan Juda Agung serta para pejabat tinggi Kemenkeu.
Ia menyatakan, capaian itu mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi. Indonesia mulai keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen, dan bergerak menuju laju yang lebih tinggi.
“Jadi, clear sekali, kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” ujar Purbaya.
Baca juga: Supaya Ekonomi Tetap Tumbuh Tinggi, Pemerintah Akan Lakukan Ini
Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi dominan didorong oleh percepatan belanja pemerintah, serta peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Konsumsi rumah tangga meningkat menjadi 5,52 persen dengan kontribusi lebih dari separuh terhadap PDB. Menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, investasi (PMTB) juga tumbuh 5,96 persen, sementara belanja pemerintah melonjak signifikan hingga 21,81 persen, mencerminkan percepatan realisasi anggaran sejak awal tahun.
“Saya ingin dampak belanja pemerintah merata sepanjang tahun, ini mulai kelihatan hasilnya. Di triwulan pertama tahun ini tumbuhnya 21,81 persen, lebih cepat dibanding tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Menkeu.
Di sisi produksi, sektor manufaktur mencatat pertumbuhan 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Sektor perdagangan, pertanian, konstruksi, serta makanan dan minuman juga menunjukkan kinerja positif, menandakan aktivitas ekonomi yang makin luas dan merata.
Menkeu menekankan, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 merupakan hasil desain kebijakan yang terintegrasi, baik melalui dorongan fiskal maupun penguatan sektor swasta. Pemerintah juga terus menjaga keseimbangan dengan memastikan inflasi tetap terkendali di level 2,42 persen.
Baca juga: Full Nganggur 7,24 Juta, Setengah Nganggur 10,73 Juta, Proporsi Pekerja Informal Meningkat
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat mesin pertumbuhan, baik dari sisi konsumsi domestik maupun sektor produksi. Berbagai stimulus tengah disiapkan, termasuk dukungan terhadap industri manufaktur, dan program insentif kendaraan listrik untuk mendorong aktivitas ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
“Pertumbuhan 5,61 persen bukan tiba-tiba saja terjadi, tetapi by design. Ke depan kita bisa teruskan itu sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat,” tegas Menkeu.