Triwulan I Porsi Penggunaan KPR dalam Transaksi Rumah Capai Titik Terendah
Survei Harga Properti Residensial (SHPR) triwulan I 2026 yang dirilis BI akhir pekan ini mengungkapkan, sebagian besar pembelian rumah primer (baru) masih dilakukan melalui KPR, dengan pangsa 69,87 persen dari total skema pembelian.
Kendati penggunaan KPR dalam pembelian rumah real estate masih mencatat pangsa terbesar, porsinya terus menurun. Pada triwulan IV 2025 proporsi penggunaan KPR itu masih 70,88 persen, triwulan III 2025 sebesar 74,41 persen, triwulan II 2025 sebesar 73,06 persen, dan triwulan I 2025 sebesar 70,68 persen.
Pangsa KPR dalam transaksi rumah baru pada triwulan I 2026 itu, merupakan yang terendah dalam setidaknya 3 tahun terakhir. Biasanya porsi KPR dalam pembiayaan pemilikan rumah selalu di atas 70 persen. Bahkan tahun 2024 rata-rata mencapai 74 persen.
Pada triwulan I 2026, menurut SHPR BI, total nilai KPR secara tahunan (yoy) hanya tumbuh 4,79 persen, dibanding 7,05 persen (yoy) pada triwulan IV 2025, 7,39 persen (yoy) pada triwulan III 2025, 7,81 persen (yoy) pada triwulan II 2025, 9,13 persen pada triwulan I 2025, 9,67 persen pada triwulan IV 2024, 10,37 persen pada triwulan III 2024, 13,97 persen pada triwulan II 2024, dan 13,91 persen pada triwulan I 2024.
Baca juga: Daya Beli Lemah, Pangsa KPR dalam Pembelian Rumah Merosot
Secara triwulanan (qtq), total nilai KPR juga hanya tumbuh 0,37 persen (qtq), melambat dibandingkan triwulan IV 2025 sebesar 1,72 persen (qtq).
Penyaluran KPR yang masih terus melandai, mengindikasikan masih bermasalahnya daya beli msayarakat dalam membeli hunian kendati bunga bank terus menurun, sehingga bank menilai risiko pada segmen kredit konsumsi itu masih tinggi.
Sementara pangsa pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai keras, pada triwulan I 2026 masing-masing mencapai 19,61 persen dan 10,53 persen.
Porsi Pembiayaan Pemilikan Rumah (%)
Periode KPR Tunai Bertahap Tunai
Triwulan I 2026 69,87 19,61 10,53
Triwulan IV 2025 70,88 19,18 9,94
Triwulan III 2025 74,41 17,00 8,59
Triwulan II 2025 73,06 17,75 9,19
Triwulan I 2025 70,68 19,53 9,79
Sumber: Bank Indonesia, diolah