Minggu, Mei 10, 2026
HomeBerita PropertiCushman: Okupansi Sedikit Turun, Tapi Brand Global Tetap Ramai Masuk ke Mal-Mal...

Cushman: Okupansi Sedikit Turun, Tapi Brand Global Tetap Ramai Masuk ke Mal-Mal di Jakarta

Property Marketbeat triwulan satu 2026 versi Cushman & Wakefield yang dirilis awal pekan ini mengungkapkan, selama kuartal pertama (Q1) 2026, pasokan ruang ritel Jakarta mencatat pertumbuhan terbatas, dengan tambahan pasokan hanya 9.700 m2 dari Pondok Indah Mall 5 di Jakarta Selatan.

Mencerminkan peningkatan pasokan sebesar 0,9 persen saja secara tahunan (yoy), dan 0,2 persen secara triwulanan (qoq), sehingga total pasokan kumulatif mencapai 4.848.200 m2.

Ke depan, Lippo Mall East Side di Holland Village di Jakarta Pusat, dan Travoy Hub Phase 2 di Jakarta Timur, diperkirakan akan menambah total pasokan ruang ritel sekitar 60.800 m2 sepanjang sisa tahun 2026.

Menurut Cushman, permintaan ruang ritel di Jakarta sendiri, mengalami sedikit penurunan pada Q1 2026, dengan total luas hunian kumulatif mencapai 3.760.500 m2.

“Tingkat hunian secara keseluruhan tercatat sebesar 77,6 persen, turun 1,1 persen secara kuartalan, yang terutama disebabkan oleh penurunan tingkat hunian di beberapa mal strata-title,” tulis Cushman.

Baca juga: Rohana dan Rojali Nggak Ngaruh. Peritel Asing Tetap Semangat Buka Gerai di Mal

Meskipun terjadi penurunan tingkat hunian, sejumlah merek internasional dan lokal baru tetap riuh masuk dan berekspansi di pasar Indonesia.

Sejak 2-3 tahun terakhir sejumlah brand global sudah ramai masuk ke mal-mal di Jakarta dan kota besar lain seperti Surabaya, Bandung dan Bali, terutama mal kelas atasnya.

Beberapa peritel internasional itu, memperkuat pasar dengan membuka gerai pertama di Indonesia, termasuk Golden Goose di Plaza Senayan, Gentlewomen di Mall Kelapa Gading, D’Orsay di Plaza Indonesia, serta Aquazzura di Pacific Place.

Baca juga: Mal Ramai-Ramai Ubah Konsep. Fokus F&B, Hiburan, dan Supermarket. Pasar Pun Bergairah

Sektor makanan dan minuman (F&B) tetap menjadi pendorong utama permintaan, yang tercermin dari pembukaan beberapa gerai perdana seperti Burger & Lobster di Plaza Indonesia, Blanco Court Beef Noodle di Pacific Place, serta Nowwa Coffee di Gandaria City.

Selain itu, beberapa merek yang sempat absen beberapa waktu, kembali masuk ke pasar Indonesia, termasuk Tod’s di Plaza Indonesia dan Carl’s Jr. di Lippo Mall Nusantara.

Kendati secara keseluruhan okupansi pusat perbelanjaan di Jakarta sedikit menurun, makin ramainya brand asing dan lokal yang masuk ke mal-mal kelas atas itu, membuat tarif sewa ritel di Jakarta mencatat kenaikan tipis.

Baca juga: Tren Pusat Belanja, Makin Mengarah ke Retailtainment

Rata-rata tarif sewa dasar pada Q1 2026 mencapai Rp837.400/m2/bln, mencerminkan pertumbuhan sebesar 1,3 persen (yoy) dan 0,3 persen (qoq).

Sementara rata-rata service charge, tetap stabil dibandingkan kuartal sebelumnya, di level Rp199.700/m2/bln, dengan perubahan sebesar 0,9 persen secara tahunan (yoy).

Berita Terkait

Ekonomi

Harga Beras Selalu Naik, Tapi Daya Beli Petani Makin Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan awal pekan ini (4/5/2026),...

Kredit Bermasalah Pinjol Masih Bertahan Tinggi

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Wamenkeu: Defisit Fiskal Tahun Ini Maksimal 2,9 Persen

Defisit fiskal atau kekurangan anggaran RI terancam melebar tahun...

BPS: Penduduk Indonesia Kini 284,67 Juta, 68,92 Persen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan...

Berita Terkini