BPS: Penduduk Indonesia Kini 284,67 Juta, 68,92 Persen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencapai 284,67 juta jiwa. SUPAS dilaksanakan di antara dua periode sensus penduduk (SP), guna memutakhirkan berbagai indikator demografi (fertilitas, mortalitas, dan mobilitas). BPS merilis SUPAS 2025 di Jakarta, Selasa (5/5/2025).
Sedangkan SP adalah pendataan lengkap seluruh penduduk Indonesia, untuk menyediakan informasi jumlah, persebaran, dan karakteristik penduduk yang dilaksanakan tahun 2010 dan 2020.
Selain itu ada juga Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020), pendataan lanjutan berbasis sampel dari SP2020 untuk menghasilkan indikator utama kependudukan seperti fertilitas, mortalitas, migrasi, disabilitas, ketenagakerjaan, dan perumahan yang lebih rinci.
Menurut BPS, selama 2010-2025 jumlah penduduk RI mengalami peningkatan dari 237,64 juta jiwa hasil SP2010 menjadi 284,67 juta jiwa hasil SUPAS 2025, dengan laju pertumbuhan penduduk terus melambat dari 1,43 persen pada 2010 menjadi 1,08 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir.
Menggambarkan makin sedikitnya pernikahan, atau jumlah pernikahan tetap tumbuh normal namun angka kelahiran bayi menurun karena kaum muda masa kini makin cemas dengan masa depannya.
Baca juga: IPM 2024: Rata-Rata Lama Sekolah Penduduk Indonesia Baru Capai Tingkat SMP
Tercermin dari Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) pada SUPAS 2025 sebesar 2,13, turun dari 2,18 pada pendataan LF SP2020. Penurunan TFR ini terutama didorong oleh penurunan angka kelahiran pada perempuan kelompok umur 15-19 tahun dan 20-24 tahun yang cukup signifikan.
Mayoritas penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa (55,65 persen atau 158,41 juta jiwa), diikuti Sumatera 62,32 juta jiwa (21,89 persen). Selebihnya di Bali dan Nusa Tenggara 5,60 persen, Kalimantan dan Sulawesi masing-masing 6,23 persen dan 7,40 persen, serta Pulau Maluku dan Papua 3,22 persen.
Sebanyak 50,46 persen populasi Indonesia berkelamin pria, dan 49,54 persen perempuan, dengan rasio jenis kelamin 102, yang berarti terdapat sekitar 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Baca juga: BPS: Pengeluaran Riil Orang Indonesia Rata-Rata Rp1,06 Juta Per Bulan

Rasio ketergantungan
Proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) mencapai 68,94 persen, meningkat dibanding hasil SP2010 sebesar 66,09 persen.
Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif (0–14 tahun dan 65 tahun ke atas) menurun pada kelompok umur 0-14 tahun dari 28,87 persen menjadi 23,44 persen, dan meningkat pada kelompok usia 65 tahun ke atas dari 5,04 persen menjadi 7,62 persen.
Perubahan komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur itu, menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0–14 tahun, dan melebar di kelompok umur 15–64 tahun. Dengan kata lain penduduk lansia makin bertambah.
Dari komposisi kelompok umur tersebut, dapat dihasilkan indikator rasio ketergantungan yang merupakan perbandingan penduduk usia nonproduktif (0–14 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan penduduk usia produktif (15–64 tahun).
BPS menyebut, hasil SUPAS 2025 menunjukkan rasio ketergantungan sebesar 45,05, yang artinya 100 orang penduduk usia produktif menanggung 45 orang penduduk usia nonproduktif
Meningkat dari 44,33 pada SP2020, namun masih di bawah 50 yang berarti Indonesia masih dalam fase bonus demografi, kendati sudah memasuki fase ageing population karena proporsi penduduk lansia sudah melampaui 10 persen, tepatnya 11,97 persen.
Pada SP2010 rasio ketergantungan mencapai 51,31, kemudian menurun menjadi 49,20 (SUPAS 2015), dan 44,33 (SP2020), sebelum mulai naik lagi menjadi 45,05 pada SUPAS2025.
Baca juga: Lebih dari 50 Persen Penduduk RI Terancam Rentan Miskin, Cemas dan Kehilangan Rasa Aman
Menurut BPS, berdasarkan generasi, penduduk dapat dikelompokkan menjadi Pre-Boomer (lahir sebelum 1945), Baby Boomer (lahir 1945-1964), Gen X (lahir 1965-1980), Milenial (lahir 1981-1996), Gen Z (lahir 1997-2012), dan Post Gen Z (lahir 2013 dan seterusnya).
Gen Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 24,93 persen dari populasi saat ini, diikuti Milenial 24,34 persen. “Kombinasi kedua generasi muda ini mencakup hampir separuh populasi Indonesia, menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini,” tulis laporan BPS.
Kontribusi dari empat generasi lain mencapai 50,73 persen. Yaitu, Gen X 19,70 persen, Post Gen Z 19,65 persen, Baby Boomer 10,31 persen, dan Pre-Boomer 1,07 persen.
Dengan demikian, milenial, Gen Z ditambah Post Gen Z, mencakup 68,92 persen atau hampir 70 persen dari total populasi Indonesia saat ini.