Sabtu, Mei 2, 2026
HomeBankBNI Raih Rp11,9 Triliun dari Investor Global Melalui Penerbitan Additional Tier-1

BNI Raih Rp11,9 Triliun dari Investor Global Melalui Penerbitan Additional Tier-1

Bank BNI memperkuat struktur permodalannya melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities senilai 700 juta dollar Amerika atau setara Rp11,9 triliun pada medio April 2026 lalu.

Aksi korporasi ini mendapat respons positif dari investor global dengan tingkat permintaan mencapai lebih dari 2,5 miliar dollar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali.

Menurut Corporate Secretary Bank BNI Okki Rushartomo, penerbitan ini merupakan kali kedua yang dilakukan perusahaan setelah sebelumnya menerbitkan instrumen serupa sebesar 600 juta dollar pada tahun 2021.

“Sebagai salah satu bank sistemik di Indonesia, Bank BNI ingin memastikan bahwa perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis Sabtu (2/5).

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Bank BNI dalam meningkatkan ketahanan (resilience) di tengah dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat fondasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: Bank Mandiri Terbitkan Surat Utang Global, Oversubcribe 3,3 Kali

Instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan yang bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta pembayaran imbal hasil yang tidak diakumulasikan.

Penerbitan dilakukan berdasarkan ketentuan Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act dan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX), yang juga menandai akses Bank BNI semakin luas terhadap pasar keuangan internasional. Tingginya minat investor juga mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental dan prospek kinerja perusahaan.

Selain itu basis investor pada penerbitan kali ini semakin terdiversifikasi, mencakup kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga offshore Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan Bank BNI di mata investor global.

Baca juga: Moody’s Juga Turunkan Outlook Surat Utang Korporasi dan Bank-Bank Besar Indonesia Termasuk BTN

Sebagai bagian dari pengelolaan struktur permodalan, Bank BNI juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) atas instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender Offer sekitar 94,7 persen dari total AT1 Eksisting. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi permodalan secara keseluruhan.

“Keberhasilan penerbitan AT1 ini mempertegas posisi Bank BNI sebagai salah satu bank nasional yang aktif memanfaatkan instrumen pasar global untuk memperkuat permodalan. Dukungan investor yang kuat menjadi sinyal positif terhadap kinerja dan prospek perusahaan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi kami dalam mendorong ekspansi bisnis dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Okki.

Berita Terkait

Ekonomi

Kemenperin Bantah RI Alami Deindustrialisasi, Ini Alasannya

Kementerian Perindustrian (Kemnperin) membantah Indonesia mengalami deindustrialisasi, atau penurunan...

Pesanan dan Produksi Menurun, Ekspansi Manufaktur RI Makin Kendur

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada April masih...

Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Kementerian Perindustrian mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam...

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Berita Terkini