Minggu, April 26, 2026
HomeNewsEkonomiTriwulan I Manufaktur Catat Realisasi Investasi Baru Rp418,62 Triliun

Triwulan I Manufaktur Catat Realisasi Investasi Baru Rp418,62 Triliun

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) per 23 April 2026, pada triwulan I 2026 terdapat 633 perusahaan industri (manufaktur) yang melaporkan pembangunan fasilitas produksi dan belum pernah melaporkan produksi sebelumnya.

Itu berarti yang dilaporkan adalah realisasi investasi baru, dengan rencana penyerapan tenaga kerja dari pembangunan fasilitas produksi baru itu mencapai 219.684 orang, dan total nilai investasi Rp418,62 triliun.

Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief melalui keterangan akhir pekan ini (24/4/2026), pembangunan fasilitas produksi baru paling banyak dilaporkan industri pengolahan tembakau (72 perusahaan). Diikuti industri minuman (67 perusahaan), serta industri makanan (60 perusahaan), ditambah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia (49 perusahaan).

Baca juga: 1.236 Manufaktur Berproduksi Pertama Kali Tahun Ini, Serap 218 Ribu Tenaga Kerja

Dari sisi nilai investasi, industri logam dasar menjadi kontributor terbesar senilai Rp218,04 triliun dari 24 perusahaan. Kemudian industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia Rp81,22 triliun, dan industri barang galian bukan logam Rp12,10 triliun.

“Besarnya investasi pada subsektor logam dasar menunjukkan adanya penguatan sektor hulu manufaktur yang strategis, termasuk potensi hilirisasi mineral dan pengembangan rantai pasok industri nasional,” kata Febri.

Dari sisi potensi penciptaan lapangan kerja, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki paling menonjol, dengan rencana penyerapan 37.350 tenaga kerja. Diikuti industri logam dasar 25.592 orang, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia 9.065 orang. “Ini menunjukkan, selain padat modal, beberapa subsektor juga memiliki karakter padat karya yang signifikan,” ujar Febri.

Baca juga: Tekanan Global, Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif Kendati Mengendur

Secara umum, ia menyebut data realisasi invezstasi baru pada triwulan I 2026 menunjukkan, aktivitas pembangunan fasilitas produksi masih kuat dan tersebar di berbagai subsektor. “Mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap prospek permintaan domestik dan ekspor, sekaligus sinyal positif bagi pertumbuhan manufaktur nasional tahun ini,” terang Jubir Febri.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Pemerintah dalam “Mode Bertahan” Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Para menteri ekonomi di kabinet Presiden Prabowo Subaitno berulangkali...

APBN dan Ekonomi Kuat, Menkeu Bidik Pertumbuhan 5,7 Persen pada Triwulan II

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan, kondisi ekonomi...

Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Hampir Rp500 Triliun, Lampaui Target

Pemerintah terus memperkuat reformasi struktural, guna menciptakan iklim investasi...

Triwulan Satu Transaksi QRIS Melesat 116,43 Persen

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia (BI)...

Berita Terkini