Progress Rusun Subsidi Meikarta: Baru Tahap Uji Tiang Pancang
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Tedi Bharata, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, dan CEO Lippo Group James Riady, meninjau progres pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Selasa (26/5/2026).
Menurut Ara setelah melakukan peninjauan, progres pembangunan rusun subsidi di Meikarta masih berjalan sesuai rencana. “Saat ini progres pembangunan sudah masuk tahap test pile Uji tiang pancang). Dari total 8.600 pile, sudah terpasang 1.836 pile,” katanya dikutip dari keterangan Kementerian PKP< Rabu (27/5/2026).
Ia menyatakan, percepatan pembangunan rusun Meikarta harus tetap memperhatikan kualitas dan aturan yang berlaku. “Kita harus memastikan pembangunan rusun subsidi ini berjalan cepat, tapi tetap sesuai aturan dan menjaga kualitas bangunannya,” jelas Ara.
Ia kembali mengulangi, pembangunan rusun subsidi di Meikarta merupakan hasil kolaborasi Kementerian PKP, Badan Pengelola Investasi Danantara, dan Lippo Group.
“Kementerian PKP menjadi pembuat kebijakan atau regulator, Danantara (induk semua BUMN di bawah pengelolaan BP BUMN) yang menyediakan pembiayaan, sedangkan lahan hibah dari Lippo Group seluas 30 hektare,” tutur Mneteri PKP sembari menambahkan, Rusun Meikarta merupakan salah satu proyek hunian vertikal terbesar yang pernah dikerjakan.
Menteri Maruarar menerangkan timeline pembangunan rusun subsidi tersebut. Yaitu, land clearing pada Februari 2026, dan ground breaking pada awal Maret 2026, dilanjutkan pembangunan struktur ke atas pada Agustus 2026, dengan target selesai pada Agustus 2028.
Baca juga: Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta Dimulai, Jadi Proyek Percontohan
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menyampaikan, program pembangunan rusun subsidi mendapat perhatian khusus dari Presiden. Karena itu Badan Pengelola BUMN mendukung pembangunan rusun subsidi di Meikarta.
Sementara CEO Lippo Group James Riady mengungkapkan, kawasan sekitar Meikarta merupakan salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara, dengan sekitar 50 persen industri di Indonesia berada di kawasan.
Karena itu, rusun subsidi di Meikarta menjadi solusi hunian yang tepat bagi para pekerja di berbagai kawasan industri tersebut, karena dekat dengan tempat kerja mereka.
James juga menyebutkan, pembangunan rusun subsidi di Meikarta memiliki dampak ekonomi yang besar. “Menurut perhitungan kami, proyek di Meikarta ini bisa menyumbang sekitar 0,4 hingga 0,8 persen terhadap GDP,” ujarnya.
Baca juga: Konsumen Meikarta Protes, Refund Belum Beres, Kok Mau Bangun Rusun? Menteri PKP Janji Selesaikan
Pengembangan rusun subsidi di Meikarta terbagi dalam tiga kawasan di atas lahan seluas total 30 hektare, dengan investasi per kawasan sekitar Rp13 triliun.
“Jadi, total investasinya Rp39 triliun. Itu di luar tanah ya. Saya rasa tidak ada proyek perumahan di Indonesia yang investasinya sampai Rp39 triliun di luar tanah,” ,” kata Menteri Maruarar saat gronud breaking rusun subsidi Meikarta awal Maret lalu.
Di tiga kawasan itu, total 141.000 unit apartemen subsidi dikembangkan di 54 tower, dengan satu kawasan terdiri atas 18 tower dan 47.000 unit hunian atau 2.600 unit per tower.
Lokasi rusun subsidi Meikarta dekat dengan Gerbang Tol Cibatu di ruas tol Jakarta-Cikampek., yang juga dilintasi kereta cepat Jakarta-Bandung.
Baca juga: Harga Rusun Meikarta Lebih Rendah, Karena Tidak Perhitungkan Harga Tanah
Karena lokasinya yang strategis dengan akses dan infrastruktur sekitarnya yang sudah mapan, serta dikelilingi banyak kawasan industri itu, James menyebut harga tanah di lahan rusun subsidi itu sudah Rp12 juta per m2, dan sekarang (seperti dikutip detikcom) sudah menjadi Rp20 juta menyusul dimulainya pembangunan rusun.
Kalau benar apa yang dikatakan James, berarti dia dan keluarganya telah menyumbangkan lahan gratis senilai Rp6 triliun (30.000 m2 x Rp20 juta) untuk pembangunan rusun subsidi di Meikarta. Sungguh, sungguh, luar biasa mulianya!