Jumat, Juli 31, 2026
HomeBerita PropertiPresiden: 2027 Tak Ada Lagi Gunung Sampah di Indonesia

Presiden: 2027 Tak Ada Lagi Gunung Sampah di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, transformasi bangsa harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pembangunan industri, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan permukiman harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada acara Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

“Kita mau transformasi bangsa. Berarti kita perlu banyak industri, banyak pabrik, banyak terobosan processing. Kita butuh keamanan makan, ketahanan makan, swasembada pangan. Sudah kita capai, harus kita amankan. Dunia penuh ketidakpastian, kita harus amankan itu. Kita harus amankan energi, kita harus amankan semua itu,” kata Presiden dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Negara.

Presiden melanjutkan, agenda transformasi itu harus diimbangi dengan komitmen menjaga kualitas lingkungan hidup. Salah satunya melalui pengendalian sampah dan perlindungan lingkungan, sebagai langkah penting menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kita sebagai manusia harus inisiatif, harus jaga. Berarti sampah harus kita kendalikan dan insyaallah dalam satu atau dua tahun ini kita akan bikin perubahan drastis, kita akan kendalikan sampah. Di akhir 2027 masalah sampah di Indonesia sudah selesai. Tidak ada lagi gunung sampah. Ini akan kita capai,” tegas Prabowo.

Ia menambahkan, lingkungan yang bersih dan indah juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Selain menciptakan lapangan kerja, pariwisata akan berkembang bila didukung oleh kota, kawasan pesisir, dan ruang publik yang bersih serta tertata.

“Pariwisata adalah pencipta lapangan kerja yang sangat besar. Tapi, wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok. Dia tidak akan datang ke pantai penuh plastik dan sampah,” ujar Presiden.

Baca juga: Melawan Darurat Sampah

Karena itu Presiden meminta seluruh pemimpin daerah dan aparat pemerintah untuk hadir langsung, memastikan kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Presiden menilai kepemimpinan yang baik ditunjukkan melalui keteladanan dan keterlibatan langsung dalam menjaga lingkungan bersama masyarakat.

“Mereka harus tiap hari cek sungai, cek kali. Itu baru kau pemimpin yang hebat. Anda punya sarana, saya tidak minta lima jam Anda ke situ, minimal tiap hari, Anda periksa. Satu jam sehari, Anda keliling. Jadi pemimpin di depan. Pemimpin bersama rakyat,” tandas Prabowo.

Presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat, menjadikan kebersihan sebagai gerakan bersama. Ia pun mengungkapkan rencana pemberian insentif bagi daerah yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendorong penyediaan sarana pendukung dan penghijauan.

“Tidak boleh bangsa Indonesia jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok. Ini tantangan kita semua. Kita kasih nanti insentif, kota terbersih,” ungkap Prabowo.

Lebih lanjut Presiden menyatakan, pemerintah akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui penyediaan sarana kebersihan, penanaman ratusan juta pohon, serta mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Baca juga: Presiden: Pembangunan Rumah Rakyat Perlu Lebih Masif, India Bisa Jadi Contoh

Menurut Presiden, transformasi Indonesia tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan industri, tapi juga dari kemampuan bangsa menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.

“Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Menteri Pertanian saya minta, Menteri Kehutanan, bikin nursery-nursery, saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk semua kota dan kabupaten kita,” kata Presiden.

Presiden menandaskan, ukuran kemajuan Indonesia tidak hanya tercermin dari kekuatan industri, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi, tapi juga dari keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan lestari sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Ekonomi

AHY Dorong Pembangunan Bali: Satu Pulau-Satu Tata Kelola

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus...

Kadin: Multiplier Effect Industri Kesehatan, Rp1 Jadi Rp3

Sektor kesehatan dengan industri farmasi nasional bisa memberikan dampak...

Tantangan Lingkungan Bisa Menciptakan Nilai Bisnis

Jangan lagi melihat perubahan perubahan iklim sebagai tantangan lingkungan...

Semester I Keseimbangan Primer Surplus Rp85,1 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kinerja Anggaran...

Berita Terkini