Rabu, Oktober 7, 2026
HomeBankFundamental Kian Kokoh, Hingga Agustus 2026 Bank BSI Raih Laba Rp5 Triliunan

Fundamental Kian Kokoh, Hingga Agustus 2026 Bank BSI Raih Laba Rp5 Triliunan

Fundamental yang semakin solid membuat aktivitas bisnis Bank BSI terus melaju kencang. Periode kuartal ketiga 2026, Bank BSI membukukan laba mencappai Rp5,30 triliun, tumbuh 10,07 persen secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi bisnis yang berkualitas, penguatan dana murah, akselerasi pembiayaan, serta semakin besarnya kontribusi bisnis emas dan fee based income. Kinerja yang baik ini juga memperlihatkan pertumbuhan Bank BSI bukan hanya bertumpu pada ekspansi aset tetapi juga pada penguatan struktur pendanaan dan peningkatan kualitas mesin bisnis.

Selain itu, manajemen risiko yang tepat, monitoring pembiayaan yang ketat serta penguatan aspek Good Corporate Governance (GCG) juga menjadi faktor pendukung bisnis perusahaan tetap moncer di tengah situasi bisnis yang sangat menantang.

Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BSI tumbuh 17,71 persen (yoy) menjadi Rp389 triliun dengan dana murah (CASA) mencapai Rp246 triliun. Penguatan CASA terutama ditopang pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp171 triliun, memperkokoh struktur pendanaan sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dana Perseroan.

Efisiensi juga tercermin dari Cost of Fund (CoF) yang turun 37 bps dibanding posisi tahun lalu (yoy) menjadi 2,30%. Penurunan CoF memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga daya saing pembiayaan sekaligus mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika industri perbankan.

Di sisi intermediasi, pembiayaan Bank BSI justru tumbuh lebih agresif. Hingga Agustus 2026, total pembiayaan mencapai Rp344 triliun atau tumbuh 16,21 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK.

Baca juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Bank BSI Tumbuh 11,34 Persen

Pertumbuhan ini menunjukkan kemampuan Bank BSI mengoptimalkan likuiditas untuk mendorong ekspansi bisnis secara produktif dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan. Meski tumbuh tinggi, pembiayaan tetap dilakukan dengan penjagaan kualitas yang baik ditandai dengan non-performing financing (gross) 1,8 persen.

Momentum pertumbuhan juga datang dari bisnis berbasis fee ditandai pertumbuhan Fee based income (FBI) sebesar 36,27 persen menjadi Rp5,6 triliun, dengan peningkatan kontribusi terutama berasal dari bisnis treasury dan emas. Penguatan ini turut mendorong fee based ratio Bank BSI menjadi 23,07 persen, mencerminkan semakin beragamnya sumber pendapatan Perseroan di luar bisnis pembiayaan.

Direktur Utama Bank BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan transformasi bisnis perusahaan mulai menghasilkan pertumbuhan yang semakin seimbang, baik dari sisi funding, financing maupun non-financing income.

“Kami melihat fundamental perusahaan semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit ini berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income. Ini menunjukkan mesin pertumbuhan perusahaan semakin terdiversifikasi dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” ujarnya dikutip dari siaran pers Rabu (7/10).

Memasuki akhir kuartal ketiga dan kuartal keempat 2026, Bank BSI akan terus memperkuat sumber dana murah yang menjadi salah satu keunggulan bisnis perusahaan. Salah satunya melalui pengembangan ekosistem haji dan umrah sekaligus memperluas pembiayaan ritel dan konsumer berbasis underlying yang memiliki karakteristik bisnis yang resilient.

Baca juga: Bank BSI Siapkan Lelang 2.000 Aset Rumah Hingga Gudang

Selain itu, Bank BSI akan terus mendorong pertumbuhan bisnis ekosistem syariah dan emas, memperkuat transaksi dan layanan berbasis digital, serta menjaga kualitas pembiayaan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Ke depan, fokus kami bukan hanya tumbuh lebih besar tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan kualitas dan profitabilitas yang semakin kuat. Kami optimistis kinerja kuartal ketiga hingga akhir tahun tetap berada di jalur yang telah ditetapkan,” pungkas Anggoro.

Dengan kombinasi funding yang semakin kuat, CoF yang semakin efisien, pembiayaan yang tumbuh double digit, serta kontribusi fee based income yang semakin besar, Bank BSI memasuki paruh kedua 2026 dengan mesin pertumbuhan yang semakin lengkap dan fundamental yang semakin kokoh.

Berita Terkait

Ekonomi

MotoGP Mandalika, Kemenpar Dorong Pengembangan Sports Tourism

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan langkah...

Kredit Macet Pinjol Naik Tinggi Dekati 5 Persen

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Butuh Investasi Hingga Rp2.258 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Pertumbuhan ekonomi 5,45 persen (ctc) pada semester I-2026, serta...

Insentif PPN DTP untuk Sektor Perumahan Diperpanjang Hingga 2027

Pemerintah menegaskan kembali komitmennya memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai...

Berita Terkini