Selasa, Oktober 6, 2026
HomeBerita PropertiBank BRI Masih Menjadi Penyalur KUR Perumahan Terbesar

Bank BRI Masih Menjadi Penyalur KUR Perumahan Terbesar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Bank BRI, serta Sosialisasi Rumah Subsidi oleh BP Tapera di Pendopo Bupati Subang, Jawa Barat, Senin (5/10/2026).

Dalam sambutanya, Menteri PKP menyampaikan, target plafon Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan tahun 2026 mengalami peningkatan dari semula Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

Hingga 3 Oktober 2026, total realisasi penyaluran KPP mencapai Rp26,78 triliun kepada 112.713 debitur, atau sekitar 69,62 persen dari target rumah tangga penerima (RTP).

Pembiayaan pada sisi permintaan (demand) tercatat sebesar Rp17,59 triliun atau 84,45 persen, sedangkan sisi penyediaan (supply) mencapai Rp9,19 triliun atau 52,11 persen.

Pada sisi demand, pemanfaatan pembiayaan paling banyak untuk renovasi rumah yang telah menjangkau 89.433 debitur. Pada sisi supply pembiayaan paling banyak diserap pengembang perumahan dengan nilai Rp5,34 triliun.

Program KPP didukung 29 bank BUMN, swasta, dan BPD. Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan realisasi hingga awal Oktober 2026 mencapai Rp12,55 triliun, atau sekitar 46,87 persen dari total capaian nasional. “Dari semua bank penyalur KUR Perumahan, yang terbaik adalah BRI,” kata Maruarar dikutip dari keterangan Kementerian PKP.

Berdasarkan wilayah, Jawa Barat masih mencatat realisasi KPP terbesar senilai Rp4,19 triliun atau sekitar 64,88 persen.

Menunjukkan besarnya potensi Jawa Barat dalam mendukung percepatan pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khusus KPP Kabupaten Subang sudah mencapai sekitar Rp301 miliar untuk sekitar 1.080 debitur.

Baca juga: Realisasi Bedah Rumah Baru 33,37 Persen, KUR Perumahan 52,58 Persen

Maruarar menyatakan, KUR Perumahan dibuat supaya rakyat tidak terjerat rentenir dengan proses yang mudah, murah, dan cepat.

Namun, pengawasan dalam penyalurannya perlu untuk memastikan tidak ada pungutan liar dan hambatan yang dapat mengurangi manfaat program bagi masyarakat.

Selain pembiayaan perumahan, pemerintah juga terus mendorong keterlibatan UMKM dalam ekosistem pembangunan rumah rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP menyampaikan terobosan pemanfaatan 2,4 juta genteng produksi UMKM yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat penggunaan produk dalam negeri, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM di sektor bahan bangunan.

Menteri PKP juga menyampaikan rencana mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran program gentengisasi yang akan dilaksanakan di Majalengka.

Pada acara yang disertai Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, juga dilakukan sosialisasi KPR FLPP. Bank BRI tercatat sudah menyalurkan pembiayaan perumahan dengan skim FLPP untuk 28.137 unit rumah per 5 Oktober 2026

Berita Terkait

Ekonomi

MotoGP Mandalika, Kemenpar Dorong Pengembangan Sports Tourism

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan langkah...

Kredit Macet Pinjol Naik Tinggi Dekati 5 Persen

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Butuh Investasi Hingga Rp2.258 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Pertumbuhan ekonomi 5,45 persen (ctc) pada semester I-2026, serta...

Insentif PPN DTP untuk Sektor Perumahan Diperpanjang Hingga 2027

Pemerintah menegaskan kembali komitmennya memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai...

Berita Terkini