Selasa, Oktober 6, 2026
HomeNewsEkonomiButuh Investasi Hingga Rp2.258 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Butuh Investasi Hingga Rp2.258 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Pertumbuhan ekonomi 5,45 persen (ctc) pada semester I-2026, serta inflasi Agustus yang terjaga di level 3,19 persen (yoy), menjadi fondasi penting untuk memacu produktivitas.

Sejalan dengan pilar Asta Cita 2 Presiden Prabowo Subianto, transisi menuju ekonomi hijau, ekonomi biru, serta ketahanan pangan, energi, dan air terus dipacu sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan, keberlanjutan ekonomi hijau memerlukan sinergi yang kuat antara ketersediaan energi bersih dan akselerasi infrastruktur digital.

“Pemerintah berkomitmen mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital, sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi antara ketersediaan energi bersih yang terjangkau dan akselerasi infrastruktur digital menjadi kunci utama menciptakan iklim investasi berdaya saing global sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan jangka panjang,” kata Haryo melalui keterangan dikutip, Selasa (6/10/2026).

Guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, investasi nasional perlu tumbuh 8 hingga 9 persen, dengan kebutuhan penanaman modal Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun.

Keandalan energi hijau menjadi prasyarat mutlak menopang kebutuhan listrik yang diproyeksikan mencapai 700–800 TWh pada 2030, sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan kapasitas pembangkit hingga 100 GW peak berbasis energi terbarukan.

Percepatan transisi energi ditopang oleh pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 km-sirkuit, guna menjamin pasokan listrik yang andal bagi industri dan data center.

Sementara pemerataan energi diwujudkan melalui program Listrik Desa yang telah menjangkau 1.505 lokasi pada 2025, dan ditargetkan mencakup 4.390 lokasi pada 2026, sehingga rasio elektrifikasi mendekati di atas 99 persen dengan indeks ketahanan energi meningkat ke angka 7,13.

Baca juga: Supaya Ekonomi 2027 Tumbuh Tinggi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Program Penguatan Daya Beli

Peluang akselerasi ekonomi hijau juga diperkuat oleh kekayaan sumber daya mineral strategis seperti nikel, timah, bauksit, tembaga, emas, dan batu bara.

Program hilirisasi berbasis energi bersih diproyeksikan meningkatkan nilai tambah secara signifikan, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang berpotensi memberikan nilai tambah hingga 67 kali lipat dengan permintaan global USD5,91 triliun pada 2045.

Kekayaan mineral kritis dan potensi bahan baku solar panel seperti pasir silika, menempatkan Indonesia pada posisi tawar strategis dalam rantai pasok global.

Momentum ini berhasil menarik minat kemitraan dari Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi transisi energi dan diversifikasi rantai pasok mineral kritis global di Indonesia.

Dari sisi pembiayaan dan SDM, pemerintah mendorong pemanfaatan skema pembiayaan hijau seperti green bonds, blended finance, JETP, dan AZEC.

Skema tersebut diselaraskan dengan peningkatan kualitas tenaga kerja melalui perluasan Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi dan Program Vokasi guna memenuhi kebutuhan industri hijau.

Baca juga: 2027 Belanja Negara Disepakati Tembus Rp4.106 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, pemerintah akan memperkuat sektor-sektor bernilai tambah tinggi, merevitalisasi industri yang tangguh, serta memperluas kapasitas ekspor dan investasi yang didukung oleh digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI).

“Dalam hal ini, kebijakan fiskal kita akan bersifat katalitik, sedangkan kebijakan moneter akan menjaga stabilitas dan berperan sebagai penyangga ketidakpastian serta volatilitas harga komoditas, termasuk fluktuasi harga minyak dan gas,” jelas Airlangga.

Berita Terkait

Ekonomi

MotoGP Mandalika, Kemenpar Dorong Pengembangan Sports Tourism

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan langkah...

Kredit Macet Pinjol Naik Tinggi Dekati 5 Persen

Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan...

Insentif PPN DTP untuk Sektor Perumahan Diperpanjang Hingga 2027

Pemerintah menegaskan kembali komitmennya memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai...

Airlangga: Ekonomi Kita Tetap Tangguh. Inflasi Terjaga, Manufaktur Ekspansi, Surplus Neraca Dagang Berlanjut

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis, Kamis (1/10/2026), menunjukkan, perekonomian...

Berita Terkini