Kerjasama Perumahan dengan China, Menteri PKP Minta Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bertemu Duta Besar Republik China (RRC) untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan membahas tindak lanjut penjajakan kerja sama di bidang perumahan antara Kementerian PKP dan Kementerian Perumahan RRT, sekitar dua bulan lalu, terutama dalam pengembangan teknologi pembangunan rumah susun di kawasan padat penduduk.
“Kerja sama dengan China akan dibangun berdasarkan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, serta memberikan dampak positif bagi kedua negara,” kata Menteri Maruarar seperti dikutip keterangan Kementerian PKP, Rabu (9/9/2026).
Salah satu fokus kerja, adalah pemanfaatan dan alih teknologi untuk pembangunan rusun di kawasan padat. Teknologi tersebut nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di Indonesia, sehingga pembangunan hunian dapat dilakukan secara aman, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca juga: Kementerian PKP Jajaki Kerja Sama Pengembangan Rumah Subsidi dan Menengah dengan Tiongkok
Untuk itu sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan, pihak China terlebih dahulu akan mempelajari kondisi lahan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. “Sesudah pihak Tiongkok mempelajari lahan dan regulasi di sini, baru kita tentukan teknologi apa yang cocok,” ujar Menteri PKP.
Kerja sama juga diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian Indonesia. Kementerian PKP mendorong pengembangan perumahan dengan teknologi China itu, ikut memberdayakan pelaku UMKM, serta melibatkan produk dan tenaga kerja Indonesia.
“Kalau ada produk-produk dari Indonesia yang sesuai dengan kualifikasi, akan didahulukan produk Indonesia. Begitu juga dengan tenaga kerja,” jelas Ara.
Baca juga: Indonesia Gandeng China Kembangkan Kawasan Industri Madura
Untuk mempercepat pembahasan, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama yang akan membahas berbagai aspek kerja sama. Mulai dari regulasi, lahan, teknologi, hingga skema pelaksanaan pembangunan.
Tim akan melibatkan jajaran Kementerian PKP, antara lain Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Resiko Roberia, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Baca juga: MRT Jakarta Kerjasama dengan China Kembangkan TOD di Jalur MRT
Tim bersama akan melakukan pembahasan lebih lanjut dan melakukan survei lokasi lahan yang berpotensi untuk dikembangkan bersama. Hasil kerja tim akan dilaporkan kepada Menteri PKP dan Duta Besar RRT pada akhir September 2026.
Duta Besar China Wang Lutong menyampaikan komitmen China untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang perumahan. Salah satu bentuk kerja sama yang akan didorong, adalah pertukaran pengalaman dan teknologi dalam pengelolaan serta pembangunan perumahan.